Tanggamus, Kabarindonesia.co
Menjadi Jurutulis atau Sekretaris Pekon (Desa) Penanggungan, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung selama 2007-2021 atau kurang lebih selama 14 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Edi Febrianto.
“Saya jadi Sekretaris Pekon (Desa) Penanggungan ini sejak setahun Desa Penanggungan mekar dari Desa Ciherang di tahun 2006,” kenang Edi Febrianto.
Bapak dari dua orang anak ini lalu menuturkan bahwa ia sudah menjadi sekdes bagi 4 orang kepala desa yang berbeda.
“Saya jadi Sekdes sejak zaman 2006-2007 dijabat Pj. Kepala Desanya Almarhum Barnian, lalu menyusul Ipan Sori, Pak Soleh, Pak Barnian lagi, Pak Nurul Fahmi, dan saat ini saya sendiri,” tutur Edi.
Cita-Cita Edi Febrianto untuk Desa Penanggungan
Punya visi Menjadikan Pekon Penanggungan yang Maju dan Sejahtera Dengan Membangun Sumber Daya Manusia dan Fisik yang Berkualitas mendorong Edi Febrianto menyampaikan segala kebutuhan yang diperlukan oleh warga Desa Penanggungan.
“Hal yang masih dibutuhkan masyarakat Desa Penanggungan itu akses jalan raya yang kurang lebar dan memadai, juga normalisasi siring irigasi dan sumber air bersih,” cerita Edi.
Ia berharap Pemkab Tanggamus bisa segera membantu mewujudkan impian masyarakat Desa Penanggungan itu.
Edi Febrianto lalu menuturkan suka dukanya bisa mengabdi untuk masyarakat Desa Penanggungan.
“Saya masih prihatin soal kesejahteraan warga saya. Sedangkan senangnya, jujur selama jabatan kepala desa ini, sekarang sudah ada pasar tradisional dan akses jalan pemukiman yang layak dilewati dengan pembangunan rabat dan pengaspalan. Selain itu, pelayanan administrasi sekarang bisa lebih cepat dan tanggap,” kata Edi.
Sebagai Kepala Desa, Edi Febrianto sadar bahwa semua hal yang telah dibangun dan akan dibangun tidak bisa dilakukan sendiri.
“Saya sangat terkesan ketika masyarakat aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, misalnya dalam gotongroyong dan lainnya,” ujar Edi.
“Saat ini, program kami adalah pembangunan jalan lingkungan dan permodalan BUMDes pengelolaan bank sampah,” sambung Edi saat merespon pertanyaan soal pembangunan di Desa Penanggungan.
Profil Singkat Desa Penanggungan
Untuk diketahui, Desa Penanggungan berdiri sejak 7 Maret 2006. Desa ini berdiri atas dasar musyawarah desa dengan pemekaran dari Pekon Ciherang yang mengharapkan pemerataan pembangunan.
Untuk batas-batas, di sebelah timur berbatasan dengan Desa Kayu Hubi, sebelah barat dengan Desa Ciherang, sebelah Utara dengan Desa Way Halom, dan sebelah selatan dengan Desa Campang Way Handak.
Mayoritas warga Desa Penanggungan adalah etnis Sunda yang memeluk agama Islam dan rata-rata berprofesi sebagai petani.
Sedangkan untuk fasilitas umum yang tersedia adalah kantor desa, gedung serba guna (GSG), gedung posyandu, dan fasilitas MCK.
Dedi Heryadi






