Aceh-Sumut, Kabarindonesia.co
Pekan Olah Raga Nasional (PON) XXI Aceh Sumatera Utara 2024 diduga Bagi bagi medali dua emas di nomor pertandingan Mix Double Fairway dan Tim Fairway Putra.
Hal ini di ungkapkan Salah satu Atlet berinisial “y” mengatakan, Diduga ada bagi-bagi medali salah satunya dari Kontingen Aceh yang tidak ikut dalam pertandingan tiba-tiba langsung mendapat medali emas, dari pantauan di lapangan Kontingen dari Provinsi Aceh hanya mengambil foto dokumentasi sebagai formalitas bahwa telah mengikuti pada nomor pertandingan tersebut karena fakta nya Aceh sudah dipastikan mendapatkan dua emas di nomor pertandingan Mix Double Fairway dan Tim Fairway Putra.
“Y” merasa ini telah mencederai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh patriot olahraga yang ada di Indonesia bahkan di seluruh dunia.
apalagi kecurangan ini terjadi pada Pekan Olahraga Nasional atau PON ke-21 Aceh Sumut di mana Pekan Olahraga Nasional adalah Pesta Olahraga tertinggi yang ada di Indonesia, ungkap “y”.
“Y” juga mengatakan, Dengan adanya pengkondisian medali seperti ini tentu merugikan beberapa kontingen kuat seperti Provinsi Bali, Banten Dan Jawa Tengah yang mengirim di nomor pertandingan yang sama.
Harapan kami sebagai pelaku Olahraga kepada Kemenpora, KONI dan juga PB PON harus turun dan memeriksa Panitia, seluruh perangkat pertandingan TD, Ketua panitia, provinsi yang terlibat dan Wasit di cabang Olahraga Woodball, serta BPK, KPK dan Pihak berwajib untuk mengaudit kegiatan yang ada di cabang olahraga Woodball bisa jadi ada transaksi jual beli medali.
karena ini sangat merugikan dan sangat melukai hati seluruh pelaku olahraga khususnya woodball. Ungkap “y”.
Mulai dari awal kegiatan tidak ada bagan yang diberikan atau diberitahukan oleh panitia, jadwal pertandingan tidak jelas nomor pertandingan yang diikuti oleh provinsi-provinsi itu tidak di-share secara umum dan penilaian setelah pertandingan tidak diumumkan secara on time tetapi menunggu beberapa jam baru keluar nilai hasil dari pertandingan.
Nah ini bisa jadi indikasi lobi-lobian sehingga bermaksud untuk memenangkan salah satu Kontingen.
Dan terkahir atlet Kalimantan Timur bernama Nur Alia di nomor Single Stroke Putri yang seharusnya kalah dalam babak penyisihan tetapi tiba-tiba naik dan ikut dalam babak final dikarenakan Lisa Jannah dari Aceh tanpa alasan yang jelas mengundurkan diri.
Dan ini menjadi tanda tanya besar kepada panitia pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional cabang olahraga Woodball. Artinya lobi-lobi. Jelas “y”.
“Y” juga meminta, Jika ini benar terjadi kecurangan dan jual beli medali kami berharap kepada KONI dan PB PON XXI ACEH-SUMUT untuk menggugurkan seluruh medali yang ada di cabang olahraga Woodball dan di coret dalam keikutsertaan Pekan Olahraga Nasional selamanya.






