Palembang, Kabarindonesia.co
Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Peduli Keadilan (AMMUK) meminta pertanggungjawaban dari pemerintah kota Palembang dan Provinsi Sumatra Selatan atas terjadinya kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang terjadi di Jalan MP Mangku Negara sekitar pukul 14.00 WIB yang disebabkan terlindas truk, Sabtu (11/05/24).
Koordinator Aksi, Avindo, mengatakan bahwa menyayangkan sopir-sopir truk yang tidak taat terhadap peraturan pemerintah yang mengakibatkan kecelakaan yang memakan korban jiwa.
“Saya sangat menyayangkan bahwa teman kami di UMP mengalami kecelakaan akibat sopir truk yang tidak taat akan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota Palembang yang dimana perwali nomor 26 tahun 2019 pasal 7 sudah dijelaskan bahwasanya mobil truk dilarang melintasi kota dari jam 06.00-21.00 EIB sedangkan kecelakan yang menimpah teman kami itu pukul 14:00 wib,” kata Avindo.
Avindo menambahkan bahwa, AMMUK ingin meminta pertanggungjawaban dari pihak pemerintah baik kota Palembang maupun Provinsi Sumatra Selatan atas kecelakaan yang menimpa mahasiswa tersebut.
“Kami dari AMMUK ingin melakukan aksi pada tanggal 14 Mei 2024 di Kantor Walikota Palembang, Kantor Gubernur Sumsel, dan Polda Sumsel sebagai bentuk keinginan kami untuk meminta pertanggungjawaban atas kecelakaan yang terjadi pada teman kami dengan pemerintah,” ujar Avindo.
Avindo membeberkannya beberapa tuntutan yang akan dilakukan pada aksi tersebut :
- Meminta Pj Gubernur Sumatra Selatan untuk mundur dari jabatan dan atau memecat Kadishub provinsi Sumatra Selatan
- Mendesak Pj Gubernur Sumatra Selatan bersurat ke Mentri Perhubungan untuk mencabut izin mobil operasional angkutan barang yang diduga melangar aturan tonase dan waktu yang bukan jam untuk melintasi jalan
- Menuntut Pj Walikota Palembang untuk mundur dari jabatannya dan atau memecat Kadishub kota Palembang
- Meminta Pj Walikota untuk menegakan peraturan Walikota Palembang nomor 26 tahun 2019 tentang pengaturan rute mobil barang dalam kota Palembang
- Mendesak Kapolda Sumatra Selatan untuk mempidanakan sopir yang telah lalai dalam berkendara menyebabkan tewasnya teman kami inisial T mahasiswa aktif UMP.
Rizky Pratama Saputra






