HIMPKA Duduki Dinas Pendidikan Sumsel

- Editor

Jumat, 3 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA) melakukan aksi massa di depan Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Selatan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada Kamis (2/5/2024). Foto: Rizky Pratama Saputra, Kabarindonesia.co

Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA) melakukan aksi massa di depan Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Selatan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada Kamis (2/5/2024). Foto: Rizky Pratama Saputra, Kabarindonesia.co

Palembang, Kabarindonesia.co

Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024, Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA) melakukan aksi massa di Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel).

Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Tamansiswa (HIMPKA) Sumsel geruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel.

Kedatangan mereka sebagai wujud aksi protes terkait carut marut pendidikan di Sumsel dan juga bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (02/05/24).

Awalnya, massa aksi berkumpul di halaman Kantor Diknas Sumsel untuk menyampaikan aspirasi, karena tidak ada tanda-tanda Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Sutuko menemui mereka. Massa kemudian memutuskan untuk menduduki langsung Kantor Diknas Sumsel.

Baca Juga :  Jelang Musprov KONI Sumsel: Dicky Arda Siap Kontribusi Sebagai Syarat Calon Ketua KONI Sumsel

Dalam aksinya, para pendemo juga melakukan orasi di Ruang Unit Layanan Terpadu Dinas Pendidikan Sumsel sebelum akhirnya naik ke lantai dua untuk menggelar unjuk rasa di depan ruangan Kabid SMA.

“Aksi yang dilakukan ini adalah aksi kedua, aksi menuntut untuk dicabutnya aturan yang dibuat oleh PLH kepala dinas pendidikan, harusnya soal krusial yang menyangkut keberlangsungan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak anak di Sumatera Selatan ini yang mengeluarkan kepala dinas bukan PLH,” ungkap Ki Mus Mulyono.

Baca Juga :  Sikap Jarum Demokrasi Atas Kekisruhan Pertemuan Aktivis dan Intelektual Indonesia dengan Presiden Israel, Ganggu Agenda Politik Nadional

“HIMPKA menilai mekanisme penerimaan siswa baru tahun ini dinilai tidak memperhatikan kebebasan anak dalam memilih pendidikan dan mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 13 Tahun 2021 yang seharusnya mencerminkan kearifan lokal di Sumatera Selatan, ini Sumsel bukan Jakarta,” lanjut Ki Mus.

Ia menyampaikan, kalau mau linier menuruti aturan Menteri bubarkan saja diknas ganti dengan Kanwil. Kalau aturan yang dibuat oleh menteri pendidikan dan kebudayaan harus dituruti sepenuhnya, aturan tersebut tidak relevan dengan kondisi sebenarnya.

Rizky Pratama Saputra

Berita Terkait

Longsor di Durian Rambun Akses Jalan Putus
FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong
JEB Adakan Dialog Publik Peta Jalan Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan
Pagar Restoran Gudhas di Kota Jambi Diduga Melanggar Regulasi Tata Ruang
MWCF Dikusikan Perkembangan Manuskrip Melayu
MWCF Angkat Tajuk Artificial Intelligence dan Masa Depan Sastra Indonesia
Peneliti dan Penulis Cerita Anak Nasional Meriahi MWCF 2024
Malay Writers And Cultural Festival 2024: Selayang Pandang
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 April 2025 - 15:06 WIB

Longsor di Durian Rambun Akses Jalan Putus

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:28 WIB

FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong

Minggu, 27 Oktober 2024 - 18:11 WIB

JEB Adakan Dialog Publik Peta Jalan Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan

Kamis, 17 Oktober 2024 - 20:56 WIB

Pagar Restoran Gudhas di Kota Jambi Diduga Melanggar Regulasi Tata Ruang

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:26 WIB

MWCF Dikusikan Perkembangan Manuskrip Melayu

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:23 WIB

MWCF Angkat Tajuk Artificial Intelligence dan Masa Depan Sastra Indonesia

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:18 WIB

Peneliti dan Penulis Cerita Anak Nasional Meriahi MWCF 2024

Kamis, 10 Oktober 2024 - 03:56 WIB

Malay Writers And Cultural Festival 2024: Selayang Pandang

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin