Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023: Laut Semakin Ganas

- Editor

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dani Setiawan, Ketua NelayannTradisional Indonesia. Foto: Nafian Faiz, Kabar Indonesia

Dani Setiawan, Ketua NelayannTradisional Indonesia. Foto: Nafian Faiz, Kabar Indonesia

Jakarta, Kabar Indonesia-Peringatan Hari Nusantara, setiap 13 Desember, merupakan perwujudan Deklarasi Djuanda tahun 1957, yang memperkuat Undang-Undang Dasar 1945. Dalam konteks ini, kegiatan Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023 dengan tema “Laut Semakin Ganas” menjadi fokus peringatan Hari Nusantara.

Kegiatan ini mengangkat permasalahan dampak perubahan iklim pada masyarakat pesisir dan mencari solusi konkrit.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, menyatakan bahwa Indonesia, sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia, merasakan dampak serius perubahan iklim. KNTI, sebagai organisasi terbesar nelayan kecil dan tradisional di Indonesia, memperjuangkan hak-hak perlindungan mereka.

Baca Juga :  6 Provinsi Rumpun Melayu di Indonesia Ramaikan MWCF 2024

Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023 dilaksanakan di 35 Kab/Kota pada 30 November-9 Desember 2023. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Yayasan PIKUL dan Institut Hijau Indonesia (IHI) untuk menggali solusi-solusi dalam menghadapi perubahan iklim.

bersamaan dengan Konferensi Internasional COP28 di Dubai.

“KNTI mengajak untuk bersatu memperjuangkan kehidupan laut yang berkelanjutan, dengan memperkuat jaringan solidaritas, perlindungan Hak Tenurial Nelayan, memastikan edukasi merata, dan melibatkan aktif pemuda dan perempuan pesisir,” ungkap Dani di Kantor KNTI, Jakarta Selatan pada Jumat (1/12/2023).

Baca Juga :  Investor Bisa Kuasai Lahan 190 Tahun, Buah Dari Revisi UU IKN

Sementara itu, Hendra Wiguna, Ketua Pelaksana Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023, menambahkan bahwa kegiatan ini mendesak karena tren pemanasan laut dan kenaikan permukaan laut global.

Menurutnya, perubahan iklim dapat berdampak pada ketersediaan dan perdagangan produk ikan, serta mengakibatkan konsekuensi geopolitik dan ekonomi.

Nafian Faiz

Berita Terkait

Peringatan HUT DPD RI ke-21, Kantor DPD RI Propinsi Jambi Selenggarakan Donor Darah
Jaga Jambi Jaga Bumi: Yang Tumbuh Bukan Kehidupan Tapi Ketimpangan dan Krisis Iklim
Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah
IWO Kecam Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo, “Ancaman Nyata Terhadap Kebebasan Pers”
FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong
H. Abu Bakar Jamalia : Kami Perjuangkan Status PPPK Penuh Waktu
Ratusan Honorer Tuntut P3K di Depan Kantor Bupati Bungo
Sterilkan!!! Kawasan Cagar Budaya Nasional dari Stockpile serta Perusahan yang Mengancam Masyarakat dan Kawasan Cagar Budaya!!!
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:29 WIB

Peringatan HUT DPD RI ke-21, Kantor DPD RI Propinsi Jambi Selenggarakan Donor Darah

Kamis, 24 April 2025 - 19:50 WIB

Jaga Jambi Jaga Bumi: Yang Tumbuh Bukan Kehidupan Tapi Ketimpangan dan Krisis Iklim

Kamis, 24 April 2025 - 12:23 WIB

Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah

Sabtu, 22 Maret 2025 - 16:21 WIB

IWO Kecam Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo, “Ancaman Nyata Terhadap Kebebasan Pers”

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:28 WIB

FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong

Rabu, 5 Februari 2025 - 12:00 WIB

H. Abu Bakar Jamalia : Kami Perjuangkan Status PPPK Penuh Waktu

Jumat, 24 Januari 2025 - 17:12 WIB

Ratusan Honorer Tuntut P3K di Depan Kantor Bupati Bungo

Sabtu, 2 November 2024 - 18:11 WIB

Sterilkan!!! Kawasan Cagar Budaya Nasional dari Stockpile serta Perusahan yang Mengancam Masyarakat dan Kawasan Cagar Budaya!!!

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin