Lebong, Kabarindonesia.co
Kawasan hutan dan kebun durian Bukit Batu Seniep cukup terkenal sejak lama. Dipakai jalur rel kolonial Belanda menuju tambang emas Lebong Sulit. Sejak penetapan kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat 1996 lalu, banyak pekebun kopi, durian dan nilam yang meninggalkan kebun. Kebun-kebun tua tersebut cukup banyak ditanam berbagai jenis durian.
Dengan senter di kening selepas sahur Bambang Irawan (44), warga Lebong, pada Kamis (4/4/2024) berangkat menggunakan sepeda motor kebun dan alat angkut duriannya. Sejak remaja ia aktif menjaga durian sekitar kawasan tersebut.
Tak jarang anak dan istri Bambang juga ikut membantu Bambang menunggu durian runtuh di kebun. Beberapa tetangga kadang juga turut serta bersama mereka.
“Kalau pengalaman yang pernah dialami banyaklah. Kadang bertemu dengan harimau dan suara-suara aneh dari hutan,” kata Bambang.
Bambang dan petani durian lainnya tetap bersyukur walau harga durian tahun ini sangat murah berkisar Rp. 600/buah untuk ukuran besar. Bahkan harganya jauh lebih murah dibanding dari harga tahun lalu.
“Musim durian saat Ramadhan tahun 2024 ini begitu berharga bagi saya dan keluarga. Dalam sehari kami bisa menghasilkan uang 150-200 ribu perhari,” cerita Bambang.
N. Sastro






