Petani Porang di Desa Cilimus Kabupaten Pesawaran Bagai Makan Buah Simalakama

- Editor

Sabtu, 23 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengangkutan porang di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Foto: kabarindonesia.co

Aktivitas pengangkutan porang di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Foto: kabarindonesia.co

Pesawaran – Petani porang yang tergabung dalam Gabungan Petani Hutan, Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari, Tahura Wan Abdurahman, Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada tanggal 10-20 September 2023 berhasil melakukan panen perdana komoditas porang.

Namun harapan petani untuk mendapatkan harga porang yang bagus ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Kordinator Kordinator Petani Porang Desa Cilimus dan Desa Hanura, Jahari (58) mengeluhkan harga porang yang jauh di luar harapan, “Untuk saat ini harga porang dtingkati petani hanya kisaran Rp. 2.500/kilogram yang dibeli langsung oleh tengkulak dari luar daerah. Masalahnya pembeli hanya mau datang kalau pirangnya banyak. Kalau sedikit tidak mau belum lagi potongan 5% dalam satu kwintalnya, yaitu potongan timbangan.”

Baca Juga :  Abdurrohim, Cakades Tiuh Tohou Gelar Doa Bersama

Jahari menuturkan lebih lanjut. Untuk ongkos panen dan angkut dari lahan dalam kawasan hutan ke tempat pengepul mencapai Rp. 1.000/kg. Ditambah dengan potongan timbangan dan susut kadar air porang, petani hanya akan mendapatkan Rp. 1.250/kg.

“Tidak sebanding dengar harga yang dikeluarkan untuk beli bibitnya,” ujar Jahari.

Akibat dari jeleknya harga jual orang di Pesawaran, petani hanya memanen 30% porang milik mereka. Salah satu petani, Susmiadi (57) mengatakan, “Harga sangat rendah. Tidak sesuai dengan biaya operasional yang tinggi. Jadi banyak petani porang yang tidak memanen porangnya. Mungkin petani mesti nunggu 1-2 tahun lagi. Syukur-syukur harga membaik.”

Baca Juga :  Desa Butuh Pendampingan Hukum

Susmiadi berharap pemerintah bisa membantu petani untuk menstabilkan harga porang. “Kami mohon pemerintah jangan tutup mata. Apalagi porang ini bisa dijadikan tanaman pangan alternatif dan bisa jadi komoditas eksporm Kalau harga hancur, petani kapok mau tanam porang lagi.”

Untuk diketahui, porang sebagai komoditas tanaman pangan memiliki nama latin Amorphophallus Beullivery. Kebanyakan ditanam sebagai tanaman tumpang sari (tanaman bawah) di areal kebun dan kawasan hutan.

Ibnu Khotomi

Berita Terkait

Pemerintah Tiyuh Makarti Bagikan BLT Kepada 25 KPM
Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Tiyuh Margodadi Salurkan Susu dan Roti Bumil kepada 52 KPM
Pemerintah Tiyuh Sumber Rejo Realisasikan Penyaluran BLT Dana Desa 2025
Ratusan Masyarakat Desa Puding Tuntut Polda Jambi Usut Mafia Tanah
Realisasi DD Tiyuh Pulung Kencana Tubaba Tahap Satu Anggaran Tahun 2025 Selesai Dikerjakan
Pemerintah Tiyuh Margo Mulyo Salurkan Insentif Guru ngaji, Kader Posyandu dan Linmas
Pemerintah Tiyuh Mulya Kencana Salurkan BLT DD Kepada 35 KPM
Dana Desa Tahun 2024 Tiyuh Sumberejo Tahap pertama Realisasikan Untuk ketahanan pangan
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 16:08 WIB

Pemerintah Tiyuh Makarti Bagikan BLT Kepada 25 KPM

Rabu, 17 September 2025 - 16:05 WIB

Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Tiyuh Margodadi Salurkan Susu dan Roti Bumil kepada 52 KPM

Rabu, 17 September 2025 - 16:01 WIB

Pemerintah Tiyuh Sumber Rejo Realisasikan Penyaluran BLT Dana Desa 2025

Senin, 30 Juni 2025 - 15:02 WIB

Ratusan Masyarakat Desa Puding Tuntut Polda Jambi Usut Mafia Tanah

Sabtu, 19 April 2025 - 17:01 WIB

Realisasi DD Tiyuh Pulung Kencana Tubaba Tahap Satu Anggaran Tahun 2025 Selesai Dikerjakan

Rabu, 16 April 2025 - 15:19 WIB

Pemerintah Tiyuh Margo Mulyo Salurkan Insentif Guru ngaji, Kader Posyandu dan Linmas

Rabu, 16 April 2025 - 15:15 WIB

Pemerintah Tiyuh Mulya Kencana Salurkan BLT DD Kepada 35 KPM

Rabu, 16 April 2025 - 15:07 WIB

Dana Desa Tahun 2024 Tiyuh Sumberejo Tahap pertama Realisasikan Untuk ketahanan pangan

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin