Lampung Timur, Kabarindonesia.co
Beredar melalui pesan berantai via Whatsapp bahwa hasil musyawarah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lampung Timur mulai masuk dalam berpolitik praktis dengan mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Lampung Timur 2024.
Hasil musyawarah tertanggal 27 September 2024 yang ditanda tangani oleh ketua PCNU Lampung Timur KH Dardiri Ahmad. Kesepakatan tersebut salah satu poinya untuk mendukung dan memenangkan Dawam Rahardjo yang juga merupakan kader NU di Lampung Timur.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan Ad/Art NU yang menjelaskan bahwa lembaga NU yang dikenal tidak terlibat di dalam politik praktis berkaitan dengan agenda politik di Kabupaten Lampung Timur.
“Kecewa saya apabila lembaga NU dibentur-benturkan dengan politik praktis seperti ini, berilah kebebasan kepada seluruh warga NU yang ada di lamtim untuk menentukan pilihannya. Ini menandakan di tubuh NU lamtim sedang tidak baik-baik saja” ungkap Musa (36) salah satu Kader NU Lampung Timur.
“Saya meminta PBNU dan PWNU Provinsi Lampung menindak lanjuti hal ini, guna menjaga marwah NU itu sendiri” imbuhnya.
Sekertaris PCNU Lampung Timur Abdul Latif menjelaskan bahwa hasil musyawarah di maksud adalah sifatnya hanya himbauan bukan penegasan. Menurutnya hanya memberi informasi bahwa kader NU Lampung Timur ada yang mencalonkan diri maju sebagai Bupati.
“Tapi kami tidak memaksa kader NU untuk harus milih Pak Dawam. Silahkan, Kader NU juga punya hak, Mbak Ela juga adalah kader NU yakni sebagai sekertaris umum Fatayat NU tingkat pusat” jelas Abdul Latif.
Menurut Latif, sebenarnya himbauan hasil rapat kerja tersebut hanya di sampaikan kepada ketua ketua MWC NU Lampung Timur bukan untuk umum, dirinya juga menegaskan NU Lampung Timur tidak berpolitik praktis.
“Terkait surat edaran itu hanya himbauan bukan menginstruksikan untuk mendukung pak Dawam tapi hanya menghimbau,” katanya.
Lanjutnya, NU memang bukan partai politik, NU juga tidak sedang berpolitik praktis tapi NU punya gerakan politik tingkat tinggi yakni gerakan politik kebangsaan dan gerakan politik kerakyatan, artinya NU punya peran untuk turut menentukan kondisi Negara kondisi masyarakat ketika tidak kondusif.
“NU ikut menjaga NKRI dan gerakan gerakan berpolitik sehingga jangan di katakan NU berpolitik praktis” Tandasnya.
Ratna Rahmita






