Suka Mulya, Lampung Barat, Kabarindonesia.co
Hamparan sayur mayur berselang-seling dengan rona merah tomat kini merupakan suasana keseharian di Pekon Suka Mulya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, seperti yang tampak pada Senin (18/3/2024) lalu.
Desa Suka Mulya ini memiliki penduduk berjumlah 1226 jiwa yang mayoritas dulunya bekerja sebagai petani kopi dan sebagian juga berkebun kakao.
Namun seiring dengan potensi hasil dan perekonomian yang dijanjikan oleh budidaya hortikultura atau sayur mayur yang lebih baik, perlahan tapi pasti, warga Desa Suka Mulya lantas mengganti tanaman kopi dan kakaonya dengan sayur mayur.
“Ekonomi kami jadi lebih baik ketika kami beralih dari kopi dan kakao ke sayur mayur,” kata Haidir (57) salah satu petani kopi yang kini menjadi petani sayuran.
Demikian pula dengan warga Desa Suka Mulya lainnya, Sartak (64) yang menyampaikan jika pada tahun 1980-an Pekon Suka Mulya pernah berjaya dengan tanaman Kopi dan kakao.
“Alam dan zaman kini mungkin sudah berubah, petani harus bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang serba cepat dan menguntungkan dengan merubah berkebun kopi dan kakao ke budidaya sayuran,” ujar Sartak yang ditemui dikebunnya.
Baik Haidir maupun Sartak mengakui jika perubahan jenis tanaman yang mereka lakukan tak lepas dari saran petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian setempat.
“Kami semua dikejar kebutuhan keuangan yang pengennya cepat dibanding tahun 1980-an,” ujar Sartak.
Sartak mengakui dengan bertanam tomat dan cabai atau jenis sayuran lainnya, masyarakat dapat tercukupi kebutuhan sehari-seharinya.
Perubahan pola bertani warga ini juga diakui oleh Sekretaris Desa Suka Mulya, Nurhawi akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Saya dan pejabat desa Suka Mulya lainnya, terutama Pak Peratin (kepala desa) beberapa tahun ini selalu mengarahkan masyarakat untuk bertanam sayuran baik di lahan luas atau di lahan sempit guna mencukupi ekonomi masyarakat itu sendiri,” ujar Nurhawi.
Haeruel Abadi






