Tradisi Menyalakan Mercon Saat Idul Fitri

- Editor

Minggu, 14 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agustam Rachman

Agustam Rachman

Oleh Agustam Rachman, Pengamat Sosial, menetap di Yogyakarta

Di beberapa tempat di Jawa tradisi menyalakan mercon saat lebaran dari tahun ke tahun makin meluas. Tidak hanya anak kecil tapi juga orang dewasa ikut melakukannya.

Dulu zaman saya kecil harga mercon sangat mahal untuk ukuran uang jajan saya saat itu. Makanya dulu saya dan teman-teman lebih memilih membuat meriam bambu yang biayanya lebih murah dan bisa dipakai berkali-kali.

Tulisan ini tidak pada posisi menyalahkan para ‘penghobi mercon’ toh saya sendiri pernah ikut menjadi ‘pelaku’ saat masih kecil. Walaupun saya tahu sampai sekarang sekitar 90 persen orang tua jengkel karena suara mercon itu mengagetkan dan membuat jantung mau copot.

Baca Juga :  Keseimbangan Kerja Pada Kehidupan Perempuan Pekerjan

Seiring perkembangan waktu pembuatan mercon makin canggih. Bahkan sekarang mercon dibuat sendiri dan ukurannya hampir sebesar galon air. Tentu makin besar ukurannya, ledakannya makin dahsyat.

Beberapa kejadian meledaknya ‘pabrik mercon rumahan’ menelan korban baik harta maupun nyawa misalnya di Kediri Jawa Timur (12/05/2021) yang menyebab seorang tewas dengan tubuh terbelah dua. Demikian juga ledakan di desa Wijirejo, Pandak Bantul DIY (10/03/2024) yang menyebabkan 4 orang jadi korban.

Tapi anehnya walaupun trend musibah meledaknya pabrik mercon rumah dari tahun ke tahun makin meningkat, polisi seolah tak berdaya untuk memberantasnya.

Baca Juga :  Dampak Pemulihan Lingkungan pada Perdagangan Karbon di Indonesia

Padahal selain perangkat desa dan tokoh masyarakat, sebenarnya Polri sesuai UU yang bertugas menjaga Kamtibmas paling bertanggung jawab atas maraknya pabrik mercon ilegal tersebut.

Atau perlu juga diberi-tahu kepada orang-orang yang “masa kecil kurang bahagia” atau yang saat ini sudah dewasa tapi masih giat terjun dalam dunia ‘permerconan’ mengapa tidak menggunakan toa pengeras suara saja dengan menghubungkannya ke perangkat HP untuk mengambil suara ledakan mercon dari media semisal youtube.

Toh selain biayanya murah dan tidak berbahaya, suara ledakan yang dikeluarkannya akan lebih besar sesuai pengaturan volume.

Berita Terkait

Pentingya Integritas dan Latar Belakang Calon BAZNAS Kota Jambi
Izin Terminal Batubara PT. SAS: Cacat Tata Ruang, Negara Harus Bertindak
Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah
Fenomena “Orang Kuat Lokal” Dalam Politik di Propinsi Jambi
Koalisi di Atas Kertas, Manuver di Bawah Meja: Drama Syarif Fasha Ketua DPW Nasdem Jambi
Cerutu Toscano, N Sebelas di Rumdis BH 12
Pemilih Muda Era Digitalisasi : Menuju Pilkada 2024
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLTU Semaran
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:54 WIB

Pentingya Integritas dan Latar Belakang Calon BAZNAS Kota Jambi

Selasa, 16 September 2025 - 20:27 WIB

Izin Terminal Batubara PT. SAS: Cacat Tata Ruang, Negara Harus Bertindak

Kamis, 24 April 2025 - 12:23 WIB

Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah

Kamis, 5 Desember 2024 - 11:43 WIB

Fenomena “Orang Kuat Lokal” Dalam Politik di Propinsi Jambi

Sabtu, 9 November 2024 - 20:21 WIB

Koalisi di Atas Kertas, Manuver di Bawah Meja: Drama Syarif Fasha Ketua DPW Nasdem Jambi

Senin, 19 Agustus 2024 - 11:27 WIB

Cerutu Toscano, N Sebelas di Rumdis BH 12

Selasa, 16 Juli 2024 - 11:55 WIB

Pemilih Muda Era Digitalisasi : Menuju Pilkada 2024

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:37 WIB

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLTU Semaran

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin