Cerutu Toscano, N Sebelas di Rumdis BH 12

- Editor

Senin, 19 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Topan Prasetya Wibawa*

Malam minggu itu waktu baru saja menunjukkan pukul 20.09 WIB. Suasana tenang  semi sunyi menyelimuti  areal Kampus UIN Telanaipura tepatnya di Rumah Dinas Rektor. Seseorang keluar dari mobil  berklir putih, berperawakan tegap, macho dan cepak dengan busana casual style langsung disambut sang tuan rumah yang malam itu mengenakan potongan Batik Jambi berlengan pendek plus berkopiah hitam. Keduanya terlihat bersalaman hangat dan cipika-cipiki. Sejurus kemudian, keduanya menuju ruang tamu utama, disusul tiga orang lainnya, turut membuntuti dari belakang.

Rupanya sang tamu malam itu tak sembarang orang, ia tak lain adalah Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Detasemen khusus (Densus) 88 Mabes Polri AKBP Berri Diantra,S.I.K,M.H. Yang malam itu spesial “malam  mingguan” bertandang ke kediaman Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Prof Dr As’ad Isma yang tak lain adalah Rektor UIN STS Jambi. Menariknya ‘menu’ yang dibicarakan yang tengah hits saat ini yakni banyaknya warga Jambi yang terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII).

“Mari dicoba Prof ini Ceruru Italy Toscano, ringan kok,” ujar sang tamu menawari dengan penuh penghormatan kepada tuan rumah, seraya menyodorkan bungkus kotak cerutu seraya menyulut cerutu yang tepat telah berada di bibir Prof As’ad, keduanya ternyata sama-sama “ahli hisab” seraya menyeruput kopi tentunya.

Pembincangan ringan soal peristiwa bersejarah bagi Provinsi Jambi yang terjadi pada kamis  25 Juli 2024, dimana sebanyak 256 orang yang terafiliasi dengan kelompok NII melakukan cabut baiat dan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diinisiatori Densus 88.

NII bangkit kembali? Boleh jadi benar. Menurut Berri gerakan NII boleh dibilang tidak pernah mati. Selama obsesi mewujudkan Negara Islam Indonesia belum terwujud, kelompok-kelompok NII akan selalu ada. “Tujuan mereka mendirikan negara Islam,” sebutnya sambil menghisap cerutunya.

Memang, tak banyak yang mengetahui keberadaan kelompok-kelompok NII saat ini di Jambi. Pasalnya, keberadaan kelompok tersebut sukar dideteksi. Tempat berkumpul kelompok ini pun selalu berpindah-pindah. Gerak-geriknya pun cukup ekslusif. Tidak sembarang orang bisa masuk. Bahkan, seseorang harus dibaiat terlebih dahulu sebelum menjadi anggota. Ia juga dilarang bercerita kepada siapa pun, kecuali sesama anggota kelompok “N sebelas” begitu sebutan lain untuk NII.

Yang mencengangkan, kelompok ini pun telah mempunyai struktur organisasi yang solid di Jambi. Ibarat sebuah negara, kelompok ini telah memiliki struktur pemerintahan dari atas sampai bawah. Mulai, Gubernur, Bupati, Camat hingga RT dan RW. begitu pula dengan angkatan perangnya.

“Bahkan Panglima-nya untuk wilayah Sumatera tinggalnya di Jambi, bahkan kita sudah mendeteksi ada keinginan mereka untuk membeli senjata dari Aceh,” terang pria yang telah mengenyam pendidikan khusus mengenai anti teror di negeri Paman Sam Amerika tersebut.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Pagar TK Negeri 1 Krui Diduga Bermasalah

NII merupakan isu serius yang tak pernah pupus. Keberadaan NII pertama kali diproklamirkan oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949. Daerah Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi basis pertama NII. Gerakan serupa kemudian meluas di Sulawesi Selatan dengan di pimpin Kahar Muzakar pada 20 Januari 1952. Kemudian disusul pembentukan NII di Aceh oleh Abu Daud Beureuh pada 21 September 1953. Namun, pembentukan negara dalam negara ini semuanya berhasil dipatahkan.

Kasat Berri menjelaskan bahwa tujuan dari acara lepas bai’at  adalah untuk mengembalikan individu yang pernah terafiliasi dengan NII kepada nilai-nilai moderat sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Perlu diketahui, NII terdiri dari dua kelompok yaitu KW 9 dan MYT (Muhammad Yusuf Tohiri),” ujarnya

Kelompok NII pertama kali masuk ke Provinsi Jambi pada tahun 1987 melalui KW 9, yang dibawa oleh Muthasor Harbi, mantan Menteri Pendidikan sekaligus Dewan Imamah NII, di wilayah Koto Lolo, Sei Ulak, Kabupaten Kerinci, Jambi. Dalam perkembangannya, NII di Jambi merekrut banyak pengikut dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. “Selain masyarakat umum,  banyak instansi yang ada NII-nya mulai dari Imam Masjid di Kota Jambi, pegawai kementerian, kalau di UIN belum terdeteksi adanya,” lanjut Berri yang dihadiahi senyum simpul oleh pemilik BH 12 Rektor UIN.

Mereka yang mengikuti acara batal bai’at dan menyatakan kembali bergabung dengan NKRI adalah anggota dari NII yang telah mendapatkan hidayah untuk kembali ke NKRI. Densus 88 juga berharap kepada pemangku kepentingan agar menerapkan strategi baru yang sistematis untuk mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang kasat mata dapat menjadi ancaman nyata.

“Ibarat pohon, akarnya radikal dan buahnya teroris. Kalau radikal dibiarkan dan yang ditangkap cuma teroris, yang dipetik buahnya, akarnya tidak dicabut, maka selamanya terorisme akan tetap ada, setiap musim, pohon itu akan berbuah. Ini sangat berbahaya,” demikian kiasan diksi yang diutarakan Prof As’ad. Sehingga menurutnya, NII adalah kelompok yang sangat mengkhawatirkan dan harus segera ditindak tegas karena mengancam kedaulatan bangsa dan negara. Tentu mendorong negara untuk terus membuat regulasi tegas yaitu melarang semua paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI karena semua paham radikalisme bertentangan dengan Pancasila.

Proses perekrutan anggota NII digelar secara terstruktur dan sistematis. Untuk bergabung menjadi warga NII seseorang harus melalui empat tahap perekrutan yang disebut P1 hingga P4, selain itu setiap calon juga melalui tiga tahap baiat. Perekrutan NII dilakukan tanpa memandang jenis kelamin atau batas usia. Target NII adalah semua kalangan namun memang diprioritaskan anak muda. karena anak muda ini biasanya sedang mencari jati diri. Anak muda semangatnya sedang membara. Ketika ditawarkan hal baru, yang dasar ‘agamanya’ lemah akan cepat nyangkut, langsung merespon. Harus ada sosialisasi yang masif kepada masyarakat soal bahayanya idiologi NII.

Baca Juga :  MWCF Angkat Tajuk Artificial Intelligence dan Masa Depan Sastra Indonesia

“Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan terbesar kita sebagai bangsa. Dengan bersama-sama membangun Indonesia, kita harus menjaga keutuhan NKRI dalam segala kondisi dan situasi,” tukas Prof As’ad. Operasi Densus 88 di Jambi melibatkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen lainnya termasuk FKPT. Pendekatan persuasif dan edukasi menjadi strategi utama dalam memastikan anggota NII kembali ke pangkuan NKRI tanpa penegakan hukum yang keras. Edukasi dari tokoh agama, adat, dan masyarakat adalah kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jambi.

“Pencabutan baiat, diharapkan tidak hanya menciptakan kedamaian di Jambi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya dialog, toleransi, dan kerjasama. Ini menjadi langkah besar dalam menjaga kamtibmas melalui pendekatan yang lebih humanis.” beber profesor bertubuh semi tambun ini antusias. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada penyakit yang benar-benar pergi dari kehidupan manusia, termasuk ideologi radikal seperti NII. “Mereka hanya bersembunyi dan akan menjangkiti manusia saat lengah,” tegasnya.

Densus juga telah mendeteksi tak kurang dari 15 yayasan yang terafiliasi dengan NII. Yayasan-yayasan tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Merangin, dan Kerinci. Yayasan-yayasan tersebut diduga menjadi basis penyebaran ideologi radikal dan rekrutmen anggota baru NII. Mahasiswa menjadi ladang garapan yang mudah, karena di sinilah proses pencarian jati diri berlangsung.

Kolaborasi dan kerjasama ke depan antara Densus dan FKPT sebagai perpanjangan tangan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di daerah Jambi menghadapi virus NII adalah “janji yang terucap di malam itu” antara keduanya.

Sang tuan rumah-pun melepas kepergian tamunya satu setenggah jam kemudian, penulis tak sengaja melihat arloji yang ternyata telah menunjukkan pukul 21 39 WIB.  “Terima kasih banyak  prof, diskusinya, jamuanya, kami pamit,” imbuh Berri seraya penuh ketakziman membungkukkan badan. Kedua belah pihak sepertinya percaya bahwa ‘tidak ada perjuangan yang bisa dilakukan sendiri-sendiri’. dan ‘tidak ada logam yang tidak meleleh di dalam api’.

*Penulis Adalah Tabi’in FKPT Prov Jambi

Berita Terkait

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku
Masjid Islamic Centre Lampung Barat Salurkan Bantuan Program Jumat Berkah Peduli Sesama
Pemkab Lampung Barat Usulkan Pembangunan 168 Rusun ASN ke Kementerian Perumahan
Dapur SPPG Sri Mulyo Diresmikan, Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Sehat
Banjar Agung Salurkan BLT Dana Desa 2025 kepada 8 Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 08:12 WIB

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:49 WIB

BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku

Jumat, 21 November 2025 - 19:29 WIB

Masjid Islamic Centre Lampung Barat Salurkan Bantuan Program Jumat Berkah Peduli Sesama

Selasa, 18 November 2025 - 07:52 WIB

Dapur SPPG Sri Mulyo Diresmikan, Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Sehat

Senin, 17 November 2025 - 20:03 WIB

Banjar Agung Salurkan BLT Dana Desa 2025 kepada 8 Keluarga Penerima Manfaat

Selasa, 11 November 2025 - 10:20 WIB

Pemkab Lambar Serahkan Hibah Tanah untuk Kejaksaan Negeri, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum.

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin