Koalisi di Atas Kertas, Manuver di Bawah Meja: Drama Syarif Fasha Ketua DPW Nasdem Jambi

- Editor

Sabtu, 9 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Armando (Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Jambi)

Di tengah suasana Pilkada Jambi yang seharusnya menjadi ajang unjuk komitmen dan kesetiaan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Jambi tampaknya menunjukkan sikap yang menciptakan kebingungan besar. Bukannya mendukung pasangan calon gubernur yang telah disepakati dan diusung oleh DPP Nasdem Romi-Sudirman, ketua DPW justru terkesan “diam-diam” mendukung pasangan calon lain di luar koalisi resmi partainya. Dalam kacamata mahasiswa ilmu politik, tindakan ini lebih dari sekadar pilihan pribadi ini adalah gambaran nyata tentang loyalitas yang lemah dan prinsip partai yang mudah diabaikan.

Ketika partai nasdem membuat keputusan untuk mendukung pasangan Romi-Sudirman, keputusan itu tidak muncul dari ruang kosong pastinya. Nasdem juga mampu menjadi “Rising Star” karena nasdem Jambi mampu keluar dari rayuan koalisi yang sangat besar bahkan menyisakan partai nasdem sendiri di parlemen, kalau kita hitung jumlah kursi dari 55 di DPRD Provinsi Jambi hanya menyisakan 5 kursi dengan ini nasdem mampu menjadi bagian dari penyelamat demokrasi di Jambi karena pupus sudah skema lawan kotak kosong yang dibuat oleh petahana.

Nasdem serta beberapa partai non parlemen pastinya dengan keputusan ini lahir dari kajian panjang, pertimbangan politik yang matang, dan yang terpenting, dari keinginan untuk memberikan arah yang jelas bagi seluruh struktur partai. Namun entah kenapa, Ketua DPW Nasdem Jambi Syarif Fasha tampaknya memiliki agenda sendiri, yang tak sejalan dengan garis besar partainya. Sikap ini seperti mengatakan, “Keputusan DPP hanya formalitas, saya punya rencana sendiri.”

Dalam beberapa kesempatan yang seharusnya menjadi ajang untuk memperkenalkan paslon dari partai nasdem tetapi ketua DPW Syarif Fasha Sebagai ketua DPW malah mengundang paslon lain yang bukan dari partai nasdem dan koalisinya, seperti kegiatan selamatan atas terpilihnya beliau sebagai anggota DPR RI malah menghadirkan dan memperkenalkan calon gubernur yang bukan dari koalisinya, perlu juga diingat terpilihnya ketua DPW nasdem Syarif Fasha sebagai anggota DPR RI bukan hanya kerja keras beliau saja tetapi bagaimana kerja keras DPD Nasdem kabupaten/kota masing-masing dan terpilihnya beliau juga di bantu oleh suara 7 caleg DPR RI yang lainnya dari partai nasdem.

Baca Juga :  Muhammad Fadhil Arief, Bupati Batanghari yang Juga Ketua PPP Mulai Didengungkan Maju di Pilgub Jambi

Dalam kacamata mahasiswa ilmu politik, sikap seperti ini mengundang pertanyaan mendasar tentang bagaimana loyalitas dalam partai politik dijalankan di tingkat daerah. Ketua DPW seharusnya menjadi tokoh utama yang memastikan bahwa seluruh kader di wilayahnya berjalan sesuai arahan pusat. Alih-alih menunjukkan dukungan aktif pada calon yang diusung Nasdem, ketua DPW ini justru terlihat lebih aktif dalam mendukung pasangan lain. Ini menunjukkan adanya kontradiksi besar antara komitmen yang seharusnya dijaga dan kepentingan yang dijalankan.

Anehnya juga ketua DPW partai nasdem Syarif Fasha tidak juga komit dalam memenangkan paslon yang di usung oleh koalisi partainya walaupun setelah Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Saan Mustopa bersama Ketua Bappilu, Prananda Surya Paloh hadir di Jambi, Ketua Bappilu sempat berpesan “Kita harus saling menjaga kekompakan, saling bahu-membahu, dan saling menolong satu sama lain,” ujar Prananda, dikutip Sabtu, 26 Oktober 2024. Jika loyalitas partai bisa dikesampingkan dan keputusan pusat dianggap sekadar “arahan”, lalu di mana arti dari solidaritas dan kesatuan yang selama ini diusung partai politik? Ketua DPW yang secara terang-terangan mendukung calon di luar koalisi partainya, secara tidak langsung mengirim pesan bahwa loyalitas pada partai adalah hal yang relatif, bisa diterima atau ditolak tergantung pada keuntungan pribadi atau afiliasi lainnya. Hal ini bukan hanya merugikan Partai Nasdem sebagai institusi, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap partai tersebut di tingkat lokal.

Baca Juga :  SMP Negeri 2 Sukau Antusias Ikuti Perkemahan Pramuka Tingkat Cabang Lambar

Dalam politik, tindakan Ketua DPW ini adalah bentuk dari oportunisme politik yang membahayakan. Publik yang melihat seorang pimpinan partai bertindak berlawanan dengan keputusan partai pasti akan mempertanyakan: jika Ketua DPW saja tidak taat pada keputusan DPP, bagaimana dengan struktur di bawahnya? Situasi ini menciptakan kesan bahwa Nasdem tidak mampu mengendalikan dan menjaga kedisiplinan di dalam tubuhnya sendiri.

Jika Partai Nasdem tidak segera menindaklanjuti tindakan ini dengan tegas, mereka hanya akan membuka peluang bagi kader-kader lain untuk melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, tanpa ketegasan dari pusat, Nasdem akan terjebak dalam konflik kepentingan internal yang hanya akan merugikan partai di mata publik. Partai yang tak mampu mengendalikan struktur di bawahnya akan tampak rapuh dan kehilangan arah, karena setiap kader merasa bebas menentukan langkahnya sendiri tanpa mempedulikan keputusan bersama.

Bagi kami mahasiswa ilmu politik, kasus ini adalah cermin tentang betapa pentingnya konsistensi dan disiplin dalam partai politik. Tanpa komitmen yang kuat, partai akan kehilangan makna dan berubah menjadi sekadar kendaraan yang penuh kepentingan pribadi, tindakan ini mencerminkan budaya pragmatisme dan kepentingan jangka pendek yang sangat berbahaya dalam partai politik. Loyalitas, yang seharusnya menjadi prinsip dasar, seolah menjadi barang dagangan yang bisa dipertukarkan sesuai dengan keuntungan politik pribadi. Partai Nasdem harus segera bersikap tegas apakah mereka akan menjadi partai yang konsisten pada prinsip, atau hanya panggung bagi para oportunis yang setia pada partai hanya ketika menguntungkan?

Berita Terkait

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:23 WIB

PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:28 WIB

Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:49 WIB

BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin