Dari HWC untuk Indonesia

- Editor

Senin, 16 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HWC - Happy Writer Club

HWC - Happy Writer Club

Kegiatan yang digagas oleh Happy Writer Club (HWC) tersebut merupakan angin segar bagi dunia sastra khususnya literasi, sebab di beberapa daerah masih banyak yang belum tersentuh kegiatan-kegiatan terkait pendidikan dan kebudayaan.

Aluna sebagai salah satu pendiri HWC pada Senin (16/10/2023) berpendapat, saat ini ketertarikan akan literasi masih belum merata diminati banyak kalangan. Masih banyak daerah-daerah belum tersentuh kegiatan literasi, baik membaca maupun menulis.

“Sedih, tapi ini juga menjadi tugas kita bersama,” terangnya pada kabarindonesia.co.

Alumni HWC saat ini sudah tercatat sebanyak 67 orang dari Kelas Reguler dan Kelas Puisi, 17 anak dari Kelas Pyter Cilik. Sampai saat ini mereka masih aktif di bawah naungan Soulmyter, wadah untuk para alumni.

Sementara untuk anggotanya sendiri berasal dari seluruh nusantara. Dari Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai Maluku. Bahkan, untuk jilid 6 ada yang berasal dari Kanada

Oh, ya! HWC juga aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi sebagai penyelenggara event nasional dan internasional yang menyentuh berbagai benua.

Saat ini Pyter (Happy Writer yaitu panggilan khusus untuk member HWC) bahkan sudah menerbitkan buku solo masing-masing. Tercatat sudah lebih dari 12 buku solo dan 3 antologi yang HWC hasilkan.

Beberapa dari Pyter juga adalah penulis aktif di platform terkenal, sementara yang lainnya juga bahu membahu menjadi pegiat literasi di lingkungannya masing-masing.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, 3,96% penduduk berusia 15 tahun ke atas di Indonesia buta huruf pada 2021. Persentase tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 4%, hal itu pun melanjutkan tren penurunan yang terus terjadi dalam satu dekade terakhir.

Menurut kelompok usia 15-44 tahun, persentase penduduk buta huruf di Indonesia hanya sebesar 0,73%.

Sedangkan, persentase penduduk buta huruf yang berusia di atas 45 tahun sebesar 9,24%.

Berdasarkan wilayahnya, penduduk dewasa Papua paling banyak yang buta huruf, yakni 21,11%. Posisinya diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dengan 12,61% penduduk dewasanya masih buta huruf. Kemudian, ada 7,51% penduduk dewasa di Sulawesi Selatan yang buta huruf. Sementara, angka buta huruf di Jawa Timur dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 7,44% dan 6,91%.

Aluna mengaku masih banyaknya buta huruf yang ada di Indonesia merupakan pekerjaan rumah yang besar, ia menerangkan program yang digagas HWC sudah banyak, namun masih sulit untuk merealisasikan anak muda menjadi generasi Indonesia yang cerdas.

“Makanya, kami melalui HWC mencoba memulai dari apa yang kami bisa, saat ini HWC sudah dan akan berusaha untuk rutin menyalurkan buku-buku ke sekolah-sekolah yang masih minim bacaan,” katanya.

Aluna berharap HWC akan selalu menjadi rumah yang nyaman untuk seluruh penulis bahagia, bisa tumbuh bersama memberikan warna bagi dunia literasi Indonesia dan dapat mengepak setinggi mungkin dengan karya-karya yang dihasilkan.

Ketika disinggung terkait keterlibatan Kemendikbud terkait dunia literasi.

Ia berharap Kemendikbud lebih peka dan bersedia menyentuh segala kalangan dalam setiap event yang diadakan.

“Jadi jangan cuma berfokus kepada pendidik, karena banyak juga kok pecinta atau pegiat literasi yang tidak berlatar belakang sebagai tenaga pendidik atau guru,” tutupnya pada Kabarindonesia.co

HWC sampai saat ini terus berusaha untuk mencetak generasi-generasi cerdas dan kedepannya HWC akan mengadakan kegiatan-kegiatan menarik lainnya, di bawah ini adalah event yang telah diselenggarakan oleh HWC.

Baca Juga :  KPU Kota Palembang Sosialisasi Pemilu 2024 Serentak Pada Festival Perahu Bidar

Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua

Komunitas menulis Happy Writer Club atau yang biasa dikenal dengan nama HWC merupakan sebuah wadah mengarungi literasi dengan bahagia. Sang founder, Aluna Aksara Ranusemesta dan Akhmad Cahyo Setio sebagai penasihat, serta panitia yang berjumlah 22 orang telah berhasil menggagas dan menyelenggarakan sebuah Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua 2022 secara virtual. Tema yang diusung dalam festival ini adalah Meneladani Semangat Juang Pahlawan dalam Kehidupan Literasi Bangsa.

Festival ini diikuti oleh penyair lokal dan mancanegara dari 25 negara yang tersebar dari 4 benua, yaitu Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Beberapa penyair yang ikut ambil bagian dalam festival ini di antaranya Dadang Sopyan (Indonesia), Kurnia Effendi (Indonesia), Padmaja Iyengar (India), Harlym Yeo (Malaysia), Sherzod Artikov (Uzbekistan), Jorge Alacevich (Argentina), dan masih banyak lagi penyair lainnya. Selain itu, ada beberapa media partner yang ikut ambil bagian memeriahkan festival puisi ini, yaitu RRI Pro 4 Jakarta, Disbudparpora, Sanggar Erfam’s, dan Sastradhayacitra.

Festival Ciptabdan Baca Puisi Internasional Lintas Benua 2022 ini diadakan oleh HWC secara online melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal youtube pada Minggu, 13 November 2022 selama kurang lebih 13 jam non stop.

Festival Ciptadan Baca Puisi Internasional Lintas Benua ini diselenggarakan berawal dari suksesnya Festival Puisi Internasional yang diadakan sebelumnya. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Bulan Oktober, serta Hari Pahlawan pada Bulan November, maka Happy Writer Club (HWC) mengadakan kegiatan yang sama dengan menjangkau daerah yang lebih luas lagi.

Jika sebelum nya Festival Puisi Internasional hanya menjangkau negara tetangga, maka Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua ini menjangkau negara dari berbagai penjuru dunia.

Tujuan diadakannya Festival Cipta dan Baca Puisi ini, yaitu:

Upaya kongkrit untuk mencari, menciptakan, serta memompa kembali semangat para calon maupun pejuang literasi.

Memberikan wadah bagi para pejuang literasi dalam mengeluarkan bakat serta kemampuan terbaik berdasarkan kompetensi yang ada di dalam diri mereka.

Menumbuhkan nilai-nilai dan semangat perjuangan pahlawan dalam kehidupan.

Menjalin dan mempererat tali silaturahmi sesama peserta.

Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama-tama, para peserta diwajibkan mendaftar dan mengirimkan puisi karya sendiri kepada narahubung. Setelah itu, peserta diharuskan membaca puisi karya yang telah ditulisnya pada acara festival. Namun, untuk peserta yang berhalangan hadir, wajib mengirimkan video rekaman baca puisinya.

Selain melihat pembacaan puisi dari berbagai negara, pada Acara festival ini juga diadakan ditampilkan kesenian budaya dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Tari Tabot, Tari Jaranan, Tari Sorote Lintang, Petatah Petitih Minang, wayang, penampilan dari PyterCilik (Pycil) HWC, dan sebagainya. Setelah festival sukses dilaksanakan, puisi-puisi hasil karya penyair internasional itu dibukukan dalam sebuah buku antologi puisi berjudul November to Remember.

Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua ini sukses terlaksana berkat kerjasama semua panitia dan pengurus HWC, sertapeserta festival.

Peserta Festival Cipta dan Baca Puisi Internasional Lintas Benua HWC. Tangkapan layar: Ibnu Khotomi

Lomba Baca Puisi Lintas Usia

HWC telah melahirkan banyak penulis serta penyair dari berbagai kalangan tidak terbatas usia. Terdiri dari tiga program kelas yaitu Kelas Pyter Cilik, Kelas Reguler dan Kelas Puisi. Kegiatan pembelajarannya juga beragam mulai dari menulis cerita pendek, cerita bersambung, artikel, berbagai macam syair, dan praktik membaca puisi.

Baca Juga :  Keren! Remaja Putri Asal Bengkulu, Jadi Penyelenggara Pemilu Luar Negeri

Tepat pada 14 April 2023, HWC genap berusia dua tahun. Perjalanan yang tentu berharga untuk sebuah komunitas dengan beragam program unik. Materi dan praktik di setiap harinya, Muntahan Aksara, Belajar Jadi Copter, Bedah Buku, Rebut Poin, dan lainnya adalah kegiatan rutin member HWC.

Untuk merayakan ulang tahun yang kedua, HWC menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Lintas Usia Tingkat Nasional dengan tema Harapan. Puisi yang dibaca bisa karya orang lain atau karya sendiri. Lomba ini terbuka untuk umum mulai dari usia anak-anak hingga usia senja. Pendaftaran lomba ini gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun asalkan sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Sejak tanggal 19 Mei 2023 pendaftaran dibuka dan mendapat sambutan yang baik dari semua kalangan. 153 peserta berhasil melakukan registrasi dan mengumpulkan video hingga pendaftaran ditutup pada 11 Juni 2023. Video pembacaan puisi para peserta lomba selanjutnya diunggah secara berkala di kanal Youtube Happy Writer Club Official sehingga selain juri dan panitia, pemirsa juga dapat menyaksikan dan memberikan dukungan kepada peserta favorit mereka.

Penjurian berlangsung mulai tanggal 12 hingga 26 Juni 2023. Jon Blitar, Akhmad Cahyo Setyo dan Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. berperan sebagai juri. Ketiganya merupakan para penyair juga pegiat literasi dengan karya-karya yang mengagumkan. Pengetahun mereka tentang dunia puisi tentu sudah tidak diragukan lagi.

Penampilan yang memukau dari para peserta membuat juri harus bekerja keras menilai dan menentukan siapa yang pantas menyandang gelar juara. Secara berkala, Juri mengumumkan para peserta yang berhasil masuk 20 besar, lalu dikerucutkan lagi menjadi 10 hingga tersisa 5 peserta yang kemudian dipilihlah juaranya.

Destri asal Tasikmalaya berhasil menempati posisi juara 1. Selanjutnya, Adib Faydhurahman asal Kabupaten Situbondo menjadi peserta yang mendapat gelar juara 2, disusul oleh Rifa Indriani dari Sumatra Barat untuk juara 3. Annisa Rahayu dari Bandung dan Adelia dari Sumatera Barat masing-masing menyabet Juara Harapan 1 dan 2.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada juga juara kategori Favorit Pilihan Juri yang diraih oleh Muhammad Faiz asal Medan. Ressy Yulianty dari Cianjur berhasil mendapat juara kategori Pilihan Pemirsa setelah videonya ditonton lebih dari 1,7 ribu kali di Youtube.

Selain untuk memperkenalkan Happy Writer Club kepada khalayak ramai, diadakannya Lomba Baca Puisi Lintas Usia Tingkat Nasional ini juga agar para generasi bangsa terus melestarikan kegiatan Baca Puisi yang mulai berkurang peminatnya. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para peserta bisa lebih produktif pada hal-hal yang positif dengan menyalurkan bakat dan rasa lewat rangkaian kata-kata indah dan bermakna.

Itulah sekilas kegiatan Happy Writer Club dalam rangka merayakan ulang tahun yang kedua. Masih banyak lagi program dan kegiatan yang tidak kalah menyenangkan di HWC. Jadi, apakah kamu tertarik untuk ikut kegiatan Happy Writer Club selanjutanya? Jangan lupa pantau terus sosial media Happy Writer Club agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya!

Ibnu Khotomi

Berita Terkait

Peringatan HUT DPD RI ke-21, Kantor DPD RI Propinsi Jambi Selenggarakan Donor Darah
Sidak Hari Kedua Tahun Ajaran Baru, Parosil Beri Motivasi Siswa dan Guru
TIM SMART ROBOTIK MAN 1 LAMPUNG BARAT RAIH MEDALI EMAS DI AJANG NASIONAL INDONESIA YOUTH ROBOT COMPETITION 2025
Tim Smart Robotik MAN 1 Lampung Barat Siap Berlaga di Indonesia Youth Robot Competition 2025
Jaga Jambi Jaga Bumi: Yang Tumbuh Bukan Kehidupan Tapi Ketimpangan dan Krisis Iklim
Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah
IWO Kecam Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo, “Ancaman Nyata Terhadap Kebebasan Pers”
FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:29 WIB

Peringatan HUT DPD RI ke-21, Kantor DPD RI Propinsi Jambi Selenggarakan Donor Darah

Selasa, 15 Juli 2025 - 21:55 WIB

Sidak Hari Kedua Tahun Ajaran Baru, Parosil Beri Motivasi Siswa dan Guru

Minggu, 18 Mei 2025 - 21:01 WIB

TIM SMART ROBOTIK MAN 1 LAMPUNG BARAT RAIH MEDALI EMAS DI AJANG NASIONAL INDONESIA YOUTH ROBOT COMPETITION 2025

Minggu, 18 Mei 2025 - 13:23 WIB

Tim Smart Robotik MAN 1 Lampung Barat Siap Berlaga di Indonesia Youth Robot Competition 2025

Kamis, 24 April 2025 - 19:50 WIB

Jaga Jambi Jaga Bumi: Yang Tumbuh Bukan Kehidupan Tapi Ketimpangan dan Krisis Iklim

Kamis, 24 April 2025 - 12:23 WIB

Pada Hari Bumi, Sumatra Menolak Punah

Sabtu, 22 Maret 2025 - 16:21 WIB

IWO Kecam Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo, “Ancaman Nyata Terhadap Kebebasan Pers”

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:28 WIB

FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin