Bumi Pratama Mandira, OKI-Delapan ratus orang santri melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-8 di Lapangan Utama Desa Bumi Pratama Mandira pada Minggu (22/10/2023).
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Bumi Pratama Mandira, Sugeng Priyono.
Dalam sambutannya Sugeng Priyono mengatakan, “HSN ini mudah-mudahan menjadi spirit mental dan bermanfaat bagi perjuangan kita bersama.”
Sugeng juga menyampaikan jika terdapat 3 poin dalam Resolusi Jihad yang disampaikan Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari saat menghadapi pertempuran Surabaya lampau.
Pertama, membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ‘ain bagi setiap mukallaf yang berada dalam radius kurafat al-safar.
Kedua, perang melawan penjajah adalah jihad fisabilillah dan oleh karena itu, Umat Islam yang matti dalam peperangan itu adalah syahid.
Ketiga, mereka yang mengkhianati perjuangan Umat Islam dengan memecah belah persatuan dan jadi kaki tangan penjajah wajib hukumnya dibunuh.
Hadir dalam upacara tersebut Kepala Desa Bumi Pratama Mandira, BPM, Babinkamtibnas, Babinsa, P2UWM, KPPM, FPD, dan para struktur NU dari Mustasyar, Rois, Suriyah, A’wan, dan Tanfidziah.
Selain itu hadir ratusan peserta upacara dari Muslimat NU, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, siswa MTs Al’Ma’arif, SDN 01, SDN 02, SDN 03, para dewan guru masing sekolah, TPA Al-A’so, TPA AL-Ma’rif, Madin Plus, PSHT, FKPM, Pagar Nusa dan IKS Kera Sakti.
Taufiq Yusuf






