Lampung Timur, Kabarindonesia.co
Dalam upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur gelar gerakan pangan murah di halaman Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur pada Senin (1/4/2024).
Komoditas pangan yang disiapkan diantaranya beras SPHP sebanyak 6 ton, minyak goreng 200 botol, gula pasir 200 kg, cabe merah 10 kg, vabe rawit 10 Kg, bawang merah dan putih 60 kg, telur ayam 200 kg dan tepung terigu 200 kg.
Bupati Lampung Timur yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, KMS Tohir Hanafi mengungkapkan bahwa pola panen yang berbeda menyebabkan variasi pasokan dan harga pangan antar waktu serta antar wilayah. Pada saat terjadi panen raya pasokan akan meningkat, sedangkan di sisi lain pada periode paceklik pasokan akan berkurang.
Untuk mengendalikan inflasi pangan, Badan Pangan Nasional (BPN) melakukan kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan melalui Gerakan Pangan Murah (SPHP GPM) terutama di wilayah yang mengalami atau berpotensi gejolak pasokan dan harga pangan, serta di wilayah yang tingkat inflasi pangan relatif tinggi.
“SPHP-GPM merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan, dengan harga terjangkau dengan tujuan stabilisasi pasokan dan harga serta pengendalian inflasi pangan,” kata Tohir.
Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan bersama Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Tri Wibowo melakukan Zoom Meeting Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan jelang Idul Fitri 2024 melalui GPM serentak di 38 Provinsi dan 514 Kabupaten se-Indonesia.
“Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Meningkatkan jangkauan dan daya beli pangan pokok bagi masyarakat, serta mengurangi terjadinya resiko yang diakibatkan Inflasi Daerah akibat kelangkaan bahan pangan,” jelas Tri Wibowo.
Ali Mukmin






