Lebong, Kabarindonesia.co
Selasa (16/2024) pagi sekitar 05.30 WIB warga desa di Kecamatan Topos Lebong harus sibuk keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan sebagian mengungsi akibat banjir bandang yang melanda.
Warga Desa Talang Donok, Kecamatan Topos harus mengungsikan warga di dua dusun ke wilayah lebih tinggi, sebagian rumah warga terlihat telah tergenang air kuning pekat berlumpur serta beberapa kayu.
Setelah selang dua jam, puluhan desa di hilir sungai pada Kecamatan Lebong Selatan, Lebong Tengah, Emen, Uram Jaya, dan Kecamatan Lebong Utara juga tergenang banjir.
Plt. Kepala BPBD Kabupaten Lebong, Tantawi menjelaskan kalau saat ini pemerintah daerah bersama para pihak terkait tengah melakukan pendataan sebagai bahan penetapan Status Bencana Daerah.
“Dari data sementara lebih dari 2.000 rumah terkena dampak banjir bandang dengan beragam tingkat kerusakan, 40.000 jiwa harus mengungsi sementara, lebih dari 20 hektar sawah mengalami rusak dan belasan hektar kebun kopi sepanjang Dairah Aliran Sungai (DAS) Ketahun mengalami abrasi atau hanyut,” kata Tantawi.
Tantawi juga menyampaikan besok, Rabu (17/4/2024), Pemda Lebong akan mengeluarkan penetapan status bencana termasuk penunjukan Komandan Penaggulangan Bencananya. Dari peta kondisi besok, Pemda berharap para pihak dan lembaga atau badan bisa membantu dalam bentuk apa pun pada masyarakat terdampak.
Pemkab Lebong sampai sore ini, Selasa (26/4/2024) juga belum bisa secara maksimal membangun dapur umum.
“Dalam beberapa hari ini Pemkab Lebong akan fokus pada penanganan kedaruratan dan jangka panjang penting duduk bersama para pihak dalam pengurangan risiko bencana atau memperkuat rencana pembangunan yang memiliki perspektif kebencanaan,” kata Tantawi.
Pihak BPBD juga berharap peran para pihak provinsi, pemerintah pusat, dan lembaga-lembaga lain untuk bisa membantu di massa tanggap darurat ini.
N. Sastro






