Muaro Jambi, kabarindonesia.co
Kegiatan Studi Tiru Agrowisata Nanas Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi telah sukses dilaksanakan oleh petani nanas Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Petani binaan Konsorsium LTB dan AHI merasa sangat puas dapat materi dan menyaksikan langsung budidaya dan pengolahan nanas menjadi berbagai produk turunannya oleh masyarakat Desa Tangkit Baru melalui UMKM nya.
Sebanyak 17 petani dan pendamping mengikuti sesi demi sesi yang di sampaikan pemateri, berbagai materi di berikan dalam kegiatan ini mulai dari materi Budidaya, Pengelolaan dari bahan baku sampai olahan produk bersama Kelompok UMKM di desa Tangkit Baru, acara yang di pandu oleh para pemateri seperti H.Baso Intang, S.E, H. Baso Patolai, S.P, M.Pt dan M. Said, S.E dan juga Ketua pokdarwis.
Saat berbincang Santai dengan Umi Syamsiatun di kantor Alam Hijau (AHI) yang bertempat di kawasan dekat dengan Vill Kenali dia menyampaikan “Dalam Kegiatan ini harapnya petani nanas Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai menimba pengalaman dari Desa Tangkit baru yang sudah sangat berpengalaman dari tahun 1974 kurang lebih 50 tahun membudidayakan nanas dan bisa jadi komoditi utama Desa, baik dari aspek budidaya maupun pengelolaan nanas dan nantinya bisa jadi Produk Unggulan bagi Masyarakat Tanjung Dalam dan dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat, dan bisa mencari Problem Solving dalam pengelolaan menjadi produk jadi, kemasan hingga ke Pemasaran, ujarnya.
Satu-satunya kawasan yang menanam komoditi nanas di wilayah Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin harapannya bisa jadi produk unggulan dan secara program kita akan intervensi agar bisa meningkatkan ekonomi warga.
Selain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan tidak memberikan ancaman di areal Hutan Desa. Mereka cukup menanam diarea HPL (Hak Pengelolaan) mereka tidak perlu ekspan ke areal Hutan Desa.
Varietas buah nanas yang di tanam adalah jenis Queen yang memiliki ke khasan dari segi rasa, serat dan keasaman yang cocok untuk komoditas olahan di Industri, Namun ada keunikan dari varietas ini setelah di budidayakan di hamparan tanah Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, yang secara Topografi daerah pegunungan, jadi buah yang ditanam walau sama varietasnya dengan jenis Queen buahnya lebih montok, manis dan tidak gatal seperti nanas Queen di Tangkit, apakah ini Varietas baru jenis Queen yang berevolusi, karna di tanam di dataran tinggi dan dengan curah hujan yang tinggi mempengaruhi rasa dan tampilan Queen jadi seperti Nanas Madu yang secara nilai komoditi lebih cocok untuk ambil makan karena manis nya dan tidak ada effect gatal setelah mengkonsumsi.
SA79






