Parah!! Tumpahan Minyak Kapal Pengangkut Batubara di Sepanjang Keramba Ikan Masyarakat Pinggiran Sungai

- Editor

Senin, 5 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi, kabarindonesia.co

“Dalam temuan lapangan yang kami lakukan di desa Sarang burung muaro Jambi, kami menemukan fakta yang cukup mengerikan yaitu adanya konsentrasi atau tumpahan minyak di sekitaran keramba masyarakat di desa sarang burung” ujar Irwanda nauufal idris Koordinator xr Jambi kepada kabarindonesia.co

Jelas masyarakat pinggiran sungai adalah orang yang paling terdampak dari segala macam faktor kerusakan air, seperti kegiatan pertambangan ilegal di huluan Sungai Batanghari yang menyebabkan keruh nya sungai dan tercemar oleh kandungan zat kimia berbahaya seperti merkuri, limbah-limbah perusahaan atau industri yang langsung dibuang ke sungai tanpa melalui prosedur yang jelas, dan yang paling parah hari ini yaitu sungai yang telah rusak ini malah dijadikan solusi untuk aktivitas transportasi kapal-kapal tongkang pengangkut batubara, tambahnya.

Kami menemukan bahwa dalam kegiatan tersebut banyaknya tumpahan- tumpahan minyak yang tersebar di pinggiran sungai, yang mengakibatkan hancurnya kualitas hidup masyarakat yang masih menggunakan sungai sebagai sumber kehidupan, merosotnya pendapatan masyarakat serta putusnya rantai makanan pada biota sungai.

Baca Juga :  25 Pekon di Lampung Barat Jadi Arena Konflik Manusia dan Satwa Liar

Aktivitas tongkang menimbulkan dampak buruk terhadap kestabilan sungai batanghari, ombak yang dihasilkan oleh aktivitas tersebut menggerus tebing-tebing sungai sehingga memperparah kondisi masyarakat pinggiran sungai.

Semakin meningkatnya sedimentasi pada dasar sungai dan tanah masyarakat juga harus terpapas oleh abrasi, keterangan yang kami dapatkan dari pihak provinsi Jambi bahwasanya mereka mengatakan bahwa mereka tidak memungkiri aktivitas batubara ini sudah menjadi bagian yang juga menimbulkan kerusakan serius pada sungai batanghari, dan memang sering kali melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh undang-undang dan konstitusi bangsa ini.

Pemakaian jalur sungai ini tidak memiliki payung hukum yang jelas, mereka hanya mengambil potongan-potongan aturan yang tidak bisa mereka pertanggungjawabkan jika terjadi pelanggaran hukum, alasan yang mereka berikan yaitu jalur sungai ini hanya dipakai sementara waktu, sembari menunggu selesainya jalan khusus batubara yang digadangkan selesai dalam beberapa bulan lalu, setelah kita lihat amati dan mengkaji bualan tersebut, jalan khusus itu mustahil mampu diselesaikan dalam waktu yang singkat, kami menyatakan bahwa eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan yang dimainkan oleh pemerintahan provinsi jambi tidak akan mampu mereka pertanggungjawabkan, karna dalih yang mereka berikan yaitu perizinan nya berada di pusat, sementara di Jambi ini ada kantor dirjen tambang yang mestinya menjadi pihak yang mengawasi jalannya pertambangan ini.

Baca Juga :  Gubernur Jambi memimpin Tim Monitoring jalan khusus batubara yang akan dibangun oleh PT. Inti Tirta

Kabarindonesia.co, Dalam hal ini kami menilai konsentrasi tumpahan minyak yang ada di pinggiran Sungai Batanghari tersebut merupakan satu masalah besar yang dapat menimbulkan penyakit menurunkan pendapatan masyarakat pinggiran sungai terutama petani keramba dan jelas sebagai warga negara kita berhak mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan itu dijamin oleh undang-undang dan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan oleh pihak manapun.

SA79

Berita Terkait

Mengetuk Pintu Hati di Masjid At-Taubah: Pegawai dan Warga Binaan Lapas Kotaagung Ikuti Bimbingan Rohani
Agus Ciek Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Tanggamus
Jajaran Lapas Kotaagung Berikan Penguatan Tata Tertib kepada Warga Binaan: Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
Dinas Pendidikan Jadi Sarang Penyamun berkedok Tenaga Ahli Bupati Tanggamus
Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk
PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:58 WIB

Mengetuk Pintu Hati di Masjid At-Taubah: Pegawai dan Warga Binaan Lapas Kotaagung Ikuti Bimbingan Rohani

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:09 WIB

Agus Ciek Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Tanggamus

Kamis, 30 April 2026 - 18:44 WIB

Jajaran Lapas Kotaagung Berikan Penguatan Tata Tertib kepada Warga Binaan: Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Rabu, 29 April 2026 - 15:27 WIB

Dinas Pendidikan Jadi Sarang Penyamun berkedok Tenaga Ahli Bupati Tanggamus

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:23 WIB

PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Berita Terbaru

Tanggamus

Agus Ciek Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Tanggamus

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:09 WIB

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin