- Batanghari, kabarindonesia.co
Informasi yang beredar kegiatan silatwil ini di jadwalkan pada tanggal 7,8,9 Februari namun tidak ada tindak lanjut kejelasan dari Korda BEM PTNU justru dapat memperburuk situasi dan kondisi bagi pengurus yang tak tau menahu perihal kegiatan ini .
Zamhari selaku Sekjend merasa sangat kecewa atas ketidak profesionalan Alfian selaku Korda BEM PTNU yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan saran dari anggota selaku pengurus BEM PTNU Jambi .
Awal nya masalah spele, diduga Alfian selaku Korda dengan egoisnya enggan memasuki foto para BPH pada acara SILATWIL BEM PTNU dengan alasan aturan dari pusat, namun alasan Alfian di bantah langsung oleh Zamhari selaku Sekjend ,” saya sudah nelpon PRESNAS ktnya nggak ada aturan begitu , sah sah saja klo foto Sekjend BPH dan ketupelnya di masukin dalam agenda tersebut ujar PRESNAS melalui telpon ke Zamhari”.
Lalu dengan arogannya Alfian (Korda BEM PTNU JAMBI ) tidak lagi memikirkan perjuangan para sahabat sahabat sehingga dengan enteng nya menyampaikan kepada Korwil dan BPH presidium nasional melalui rapat zoom bahwa silatwil di rencanakan di kota Jambi yang awalnya di sepakati di batang hari melalui rapat koordinasi pengurus BEM PTNU Jambi , sudah jelas hal ini sudah mencederai demokrasi organisasi itu sendiri.
Situasi makin memburuk sehingga membuat para Presma(presiden mahasiswa) Se-Sumatera dalam keadaan ambigu dan menganggap tidak konsisten”, akibat perilaku Korda BEM PTNU Jambi yang hanya mementingkan diri sendiri.
Zamhari selaku Sekjend merasa di permainkan oleh tindakan dan perilakunya seolah olah olah hal ini di anggap remeh.
Atas perilaku Korda tersebut Zamhari merasa tidak ada nya integritas lgi dalam organisasi karena ketidakjelasan korda, dan pamit undur diri dengan alasan Zamhari ingin menjaga silaturrahmi yang sudah ada agar tidak putus tali silaturrahmi , apa lagi cuma gara gara ngurus organisasi silaturrahmi jadi gak terjalin baik, ujar “(Zamhari)” tutup.
(KI48)






