Lampung Barat, Kabarindonesia.co
Dalam ajaran agama Islam, menyantuni anak yatim merupakan amalan yang dianjurkan dan perbuatan itu adalah perbuatan yang sangat mulia , demikian Ust Sholahuddin Wakil Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Balik Bukit pada acara Santunan Anak Yatim dirangkai Pengajian Dzikir Manaqib dalam Rangka Peringatan Hari Assyuro 10 Muharram 1446 Hijriyah
di Pondok Pesantren (ponpes) Daruth Tholibin Selasa 16/7/2024.
“Kita dikaruniakan berkah dari Allah Swt sebagai pahala bersedekah atas keikhlasan menyantuni anak yatim, bersedekah kepada anak yatim dapat membantu mengurangi beban hidup mereka dan memberi mereka harapan dan kebahagiaan, ” ujar nya.
Ust Sholuddin juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga ibadah sholat 5 waktu, bila seorang muslim patuh dalam mendirikan ibadah sholat 5 waktu berarti sedang membersihkan diri dan meluruhkan dosa-dosa yang dimilikinya.
“Ibadah wajib Sholat 5 waktu juga mengandung keutamaan sebagai penenang hati, karena ketahuilah bahwa sholat ialah tempat berkeluh kesah seorang muslim kepada Allah Swt , Tuhan Yang Maha Mengatur Segalanya , ” diingatkan Ust Sholahuddin.
Sementara itu KH Agus Mualif Pimpinan Ponpes mengingatkan kepada sekitar 300an para jemaah yang hadir keutamaan menyantuni anak Yatim. Allah Swt menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang menjalankan santunan anak yatim dengan ikhlas.
“Kaum Muslimin dan Muslimat yang menyantuni anak yatim dijamin masuk surga dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw, : “Siapa yang memelihara anak yatim di antara kaum Muslimin hingga ia dewasa, maka ia akan bersamaku di surga seperti ini,” sambil memberikan isyarat jari telunjuk dan jari tengahnya yang dirapatkan (HR. Bukhari) , itu hadistnya yang mashyur,” jelasnya.
“Santunan yang dengan ikhlas bapak-ibu berikan nantinya bisa menjadi ladang pahala yang terus mengalir selama anak yatim tersebut masih hidup, untuk itu monggo (mari) di dukung kegiatan kegiatan-kegiatan di ponpes ini, kita melaksanakan santunan ini secara rutin, ” ucap nya.
Ustadz Agus Nurdin Ketua Panitia kegiatan pengajian, Dzikir Manaqib dan santunan anak yatim di ponpes tersebut dalam laporannya mengatakan jumlah anak yg di santuni dari kecamatan Balik Bukit, Batu Brak dan asukau sebanyak 120 anak dengan batasan umur 13 tahun.
“Santunan diberikan dalam bentuk uang tunai untuk kebutuhan harian, untuk santunan produktif diberikan kepada anak yatim/piatu yang mondok di ponpes daruth tholibin sebanyak 14 anak, terima kasih atas nama segenap panitia diucapkan kepada masyarakat yg telah mendukung kegiatan ini,” pungkas Ust Agus Nurdin.
Haeruel Abadi






