Jambi, kabarindonesia.co
Memilih kata “Malay” untuk festival sastra- budaya- pariwisata yang ditata Pusat Kebudayaan Jambi merupakan pandangan (wordview) sekaligus sikap yang segaris dan sebangun dengan perjalanan panjang Jambi dalam ikut serta mewarnai peradaban Nusantara.
Dengan demikian, sebagai wilayah kebudayaan, “Malay” menjadi spirit sekaligus lumbung perjumpaan mereka yang datang dari pelbagai daerah di Nusantara dan mancanegara guna mengenalkan dan mempercakapkan karya sastra-budaya di Jambi.
Kabarimdonesia.co, Jambi diharapkan terus berkontribusi bagi peradaban melalui karya tulis dan atau bentuk dokumen pengetahuan lainnya yang dapat dibaca secara luas. Laku kebudayaan tersebut menjadi penting di abad nir-teritori sebagai bagian dari kesadaran sekaligus strategi kebudayaan untuk terus tumbuh, berkembang dan berkontribusi.
Sungai Batanghari merupakan sungai terpanjang di Sumatera ini menghubungkan Sumatera Barat (hulunya di Gunung Rasan) dan Jambi serta bermuara di Selat Berhala, di Pantai Timur Sumatra ke Laut Cina Selatan.
Di sepanjang aliran sungai Batanghari beserta anak-anak sungai yang terhubung dengannya-telah terjadi interaksi budaya yang rekam jejaknya masih dapat dijumpai hingga saat ini.
Kabarindonesia.co, Salah satu Kawasan yang kini menjadi prioritas di sekitar Sungai Batanghari adalah Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi. Berdasarkan sumber catatan Cina, KCBN Muara Jambi pada abad ke 7 sampai ke 13 aktif digunakan sebagai pusat pendidikan Buddhisme.
Selanjutnya, Muara Jambi menjadi bagian dari Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya yang menjadi bukti nyata peradaban, proses edukasi dan inovasi di masa lampau. Bahkan, temuan terbaru hasil pemugaran di KCBN Muarojambi menunjukkan indikasi kuat adanya hubungan dunia luar dengan masyarakat pedalaman Jambi telah terjalin jauh sebelum abad ke 7.
“Malay Writers and Cultural Festival 2024 hadir mengangkat tema Imajinasi Negeri Seribu Sungai sebagai sebuah upaya tiada henti mengajak insan- insan kreatif di segala penjuru tanah air dan bahkan luar negeri melakukan dialog kekaryaan yang berangkat dari peradaban yang tumbuh dan berkembang di sepanjang aliran Sungai-dengan segala dinamika, problematika, dan bahkan paradoknya yang dimanifestasikan ke dalam beberapa program utama MWCF” Ujar Ni Made Ayu Marthini, dalam dialog Publik yang diadakan di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, kabarindonesia.co.
Acara yang dimulai jam 10.00 wib yang dimoderatori oleh Jumardi Putra. Selain Dari Deputi Kemenparecraf RI ada juga PJ Walikota Jambi Sri Purwaningsih, Agus Widiatmoko Ketua BPK V Kemendikbud ristek dan Rahmawati mewakili Kapala Dinas Budpar Provinsi Jambi.
Revitalasi Wisata Muaro Jambi ini menjadi Gagasan berangkat dari sebuah kesadaran yakni MWCF tidak menjadikan masa lalu sebatas barang antik yang dapat membuat siapa saja terjerembab dalam romantisme kemegahan masa lampau belaka, tetapi menjadikannya sebagai ruang terbuka untuk ditilik kembali sehingga menjadi kawasan pengetahuan yang dapat diajarkan untuk generasi penerus.
Sultan






