Seorang Petambak Bumi Pratama Mandira Jadi Korban Terkaman Buaya

- Editor

Minggu, 24 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga dan puluhan speed boat dikerahkan untuk mencari warga Desa Bumi Pratama Mandira, Heldi (44) yang diterkam buaya saat hendak memanen tambaknya pada Minggu (24/3/2024). Foto: Taufiq Yusuf, Kabarindonesia.co

Ratusan warga dan puluhan speed boat dikerahkan untuk mencari warga Desa Bumi Pratama Mandira, Heldi (44) yang diterkam buaya saat hendak memanen tambaknya pada Minggu (24/3/2024). Foto: Taufiq Yusuf, Kabarindonesia.co

OKI, Kabarindonesia.co

Korban terkaman buaya di pertambakan Bumi Pratama Mandira, Heldi (44). Foto: Dokumentasi Keluarga

Konflik manusia dan hewan masih terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Saat konflik manusia dan harimau telah menelan 2 korban jiwa di Suoh, Kabupaten Lampung Barat belum juga usai, kini konflik manusia dan buaya juga di kawasan pertambakan Wahyuni Mandira pada Minggu (24/3/2024).

Menurut laporan reporter kabarindonesia.co untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Taufiq berawal saat seorang petambak bernama Heldi (44) yang tinggal di PT. Wahyuni Mandira Blok 03 Jalur 92 Nomor 05, Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan berniat memanen tambak miliknya.

“Kejadiannya sekitar subuh tadi. Bermula saat Pak Heldi (korban) akan menutup shock elbow saluran pembuangan air tambak miliknya. Saat itulah sepertinya beliau diterkam buaya,” ujar Aryo Sugiman (44), tetangga korban yang tinggal di Blok 03 Jalur 92 Nomor 08.

Baca Juga :  Pimred Lampung Newspaper Jabat Plt. Ketua PW IWO Lampung

Menurut Aryo, korban sebenernya diduga belum sempat turun ke dasar tambak untuk menutup shock elbow.

“Korban baru saja akan turun ke air sudah diseret buaya yang kebetulan sudah ada di tempat itu. Saat peristiwa terjadi, korban ditemani oleh istrinya,” lanjut Aryo.

Dari penuturan Aryo diketahui jika istri korban spontan berteriak minta tolong dan langsung didengar oleh Jumar yang merupakan Ketua RT setempat.

Mirisnya, masih menurut Aryo, saat peristiwa terjadi, kondisi listrik di perkampungan sedang mati dan mengakibatkan alat komunikasi tidak bisa berfungsi baik.

Baca Juga :  APPS Dukung Langkah Pemerintah Atasi Isu Krisis Pangan Jelang Pemilu 2024

“Tadi pas peristiwa terjadi kondisi sedang mati listrik dan untuk komunikasi terganggu. Saya tahunya dari anak laki-laki korban yang masih SD. Dia tadi lari ke rumah sambil teriak dan bilang ‘Pakde, Bapakku digigit buaya’,” tutur Aryo.

Sampai pukul 13.08 WIB upaya pencarian masih terus dilakukan. Di lokasi terlihat Bhabinkamtibmas Bumi Pratama Mandira, Agus Sujana dan Ketua Koperasi Plasma Pratama Mandiri (KPPM), Rusmaji, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Selain itu, terlihat juga puluhan speed boat sibuk berseliweran dalam upaya mencari korban. Dari info yang didapat dari berbagai sumber, pihak keluarga dan warga juga sedang berupaya mendatangkan pawang buaya dari Dipasena, Provinsi Lampung.

 

Taufiq Yusuf

Berita Terkait

Longsor di Durian Rambun Akses Jalan Putus
FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong
JEB Adakan Dialog Publik Peta Jalan Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan
Pagar Restoran Gudhas di Kota Jambi Diduga Melanggar Regulasi Tata Ruang
MWCF Dikusikan Perkembangan Manuskrip Melayu
MWCF Angkat Tajuk Artificial Intelligence dan Masa Depan Sastra Indonesia
Peneliti dan Penulis Cerita Anak Nasional Meriahi MWCF 2024
Malay Writers And Cultural Festival 2024: Selayang Pandang
Berita ini 245 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 April 2025 - 15:06 WIB

Longsor di Durian Rambun Akses Jalan Putus

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:28 WIB

FSPI Desak Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi yang Libatkan Noer Fajriansyah Terkait Kasus Impor Gula Tom Lembong

Minggu, 27 Oktober 2024 - 18:11 WIB

JEB Adakan Dialog Publik Peta Jalan Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan

Kamis, 17 Oktober 2024 - 20:56 WIB

Pagar Restoran Gudhas di Kota Jambi Diduga Melanggar Regulasi Tata Ruang

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:26 WIB

MWCF Dikusikan Perkembangan Manuskrip Melayu

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:23 WIB

MWCF Angkat Tajuk Artificial Intelligence dan Masa Depan Sastra Indonesia

Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:18 WIB

Peneliti dan Penulis Cerita Anak Nasional Meriahi MWCF 2024

Kamis, 10 Oktober 2024 - 03:56 WIB

Malay Writers And Cultural Festival 2024: Selayang Pandang

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin