OKI, Kabarindonesia.co

Konflik manusia dan hewan masih terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Saat konflik manusia dan harimau telah menelan 2 korban jiwa di Suoh, Kabupaten Lampung Barat belum juga usai, kini konflik manusia dan buaya juga di kawasan pertambakan Wahyuni Mandira pada Minggu (24/3/2024).
Menurut laporan reporter kabarindonesia.co untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Taufiq berawal saat seorang petambak bernama Heldi (44) yang tinggal di PT. Wahyuni Mandira Blok 03 Jalur 92 Nomor 05, Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan berniat memanen tambak miliknya.
“Kejadiannya sekitar subuh tadi. Bermula saat Pak Heldi (korban) akan menutup shock elbow saluran pembuangan air tambak miliknya. Saat itulah sepertinya beliau diterkam buaya,” ujar Aryo Sugiman (44), tetangga korban yang tinggal di Blok 03 Jalur 92 Nomor 08.
Menurut Aryo, korban sebenernya diduga belum sempat turun ke dasar tambak untuk menutup shock elbow.
“Korban baru saja akan turun ke air sudah diseret buaya yang kebetulan sudah ada di tempat itu. Saat peristiwa terjadi, korban ditemani oleh istrinya,” lanjut Aryo.
Dari penuturan Aryo diketahui jika istri korban spontan berteriak minta tolong dan langsung didengar oleh Jumar yang merupakan Ketua RT setempat.
Mirisnya, masih menurut Aryo, saat peristiwa terjadi, kondisi listrik di perkampungan sedang mati dan mengakibatkan alat komunikasi tidak bisa berfungsi baik.
“Tadi pas peristiwa terjadi kondisi sedang mati listrik dan untuk komunikasi terganggu. Saya tahunya dari anak laki-laki korban yang masih SD. Dia tadi lari ke rumah sambil teriak dan bilang ‘Pakde, Bapakku digigit buaya’,” tutur Aryo.
Sampai pukul 13.08 WIB upaya pencarian masih terus dilakukan. Di lokasi terlihat Bhabinkamtibmas Bumi Pratama Mandira, Agus Sujana dan Ketua Koperasi Plasma Pratama Mandiri (KPPM), Rusmaji, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.
Selain itu, terlihat juga puluhan speed boat sibuk berseliweran dalam upaya mencari korban. Dari info yang didapat dari berbagai sumber, pihak keluarga dan warga juga sedang berupaya mendatangkan pawang buaya dari Dipasena, Provinsi Lampung.
Taufiq Yusuf






