Muaro Jambi, kabarindonesia.co
Kementerian Desa PDTT RI, melalui program P3PD bekerjasama dengan world bank telah memploting beberapa wilayah kabupaten di Indonesia masuk kedalam skema lokus program P3PD tahun 2024, dengan mengutamakan program Desa Inklusi dan Akuntabilitas Sosial (akunsos), sedangkan untuk jambi skema ini ada di 4 kabupaten, yaitu; Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Muaro Jambi, sedangkan untuk Kabupaten Muaro Jambi terdapat 4 Desa Lokus, diantaranya;
1. Desa Suka Maju Kecamatan Mestong.
2. Desa Maro Sebo Kecamatan Jaluko.
3. Desa Mendalo Indah Kecamatan Jaluko, dan
4. Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam.
Terpilihnya 4 desa lokus ini untuk percontohan pengembangan desa inklusi dan sistem akuntabilitas sosial dari kemendes PDTT bagi desa-desa lain adalah sudah menjadi keputusan pihak Kementerian Desa RI, dan ini hasil assessmant awal oleh tim pusat.
Dari pantauan kabarindonesia.co di lokasi lokus, tepat di salah satu desa dalam kecamatan mestong yaitu Desa Suka Maju, (5/6/2024), yang pada hari rabu telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis yang diperuntukkan bagi pemerintah desa, tokoh perempuan desa, keterwakilan komunitas disabelitas, kaum rentan, dan komunitas lain yang ada di desa suka maju. Acara ini di hadiri oleh parapihak dari Kemendesa PDTT RI, Kepala Desa Suka Maju, BPD, Kader Inklusi Desa, perwakilan perempuan, kader pembangunan manusia, pkk, perwakilan disabelitas, tokoh masyarakat dan tokoh adat, kader posyandu, yang berjumlah peserta Bimtek ± 35 orang, acara ini di ampuh oleh Fasilitator Daerah Desa Inklusi. Acara dilaksanakan di Aula Desa Suka Maju selama 2 hari (5 s/d 6 juni 2024).
Acara bimtek ini ampuh dan dilatih oleh Fasilitator Daerah Desa Inklusi Eko Waskito, S.Sos.I, dan Surono, SE. yang mewakili pihak perwakilan dari Kemendesa PDTT RI.
“Dalam kegiatan Bimtek Desa Inklusi dan Akunsos ini, kita sangat berharap goal capaian nya adalah terdorong nya partisipasi serta tanggung jawab warga desa suka maju semakin membumi untuk contoh baik dalam tata kelola Dana Desa, dan mendorong kepekaan Warga Desa atas pengawasan pembangunan di desa suka maju”, ujar mas kito sapaan akrabnya.
Dalam sambutannya kepala desa suka maju Sutopo, ST. menyampaikan, “bahwa desa suka maju bersyukur dan siap menjadi model desa inklusif yang di canangkan oleh kemendes PDTT RI” ujarnya kepada kabarindonesia.co.
Dan Perwakilan kemendesa dalam sambutannya menyampaikan, “bahwa pelaksanaan ini sebagai program unggulan kemendesa dan untuk wilayah kabupaten muaro jambi terpilih 4 desa sebagai modelnya, kita berharap desa suka maju bisa menjadi percontohan dan sebagai sarana belajar bagi desa-desa yang lain yang ada di muaro jambi” pungkas ibu zahra, kepada kabarindonesia.co menutup obrolan.
EW-81






