Pauh, kabarindonesia.co
Sepanjang perjalanan dari Desa Semaran hanya kebun sawit yang ada, melewati jalanan yang lumayan bagus, kalaupun musim hujan, masih bisa dilewati oleh motor jenis bebek dan matik.
Sekitar 5 menit untuk menuju lolasi kebun jeruk dan WAUW, dari pinggir sampai lah di areal kebun jeruk seluas 1/4 Hektar, ditanam jeruk jenis jeruk manis yakni jenis Peruk Siam yang bibitnya berasal dari Linggau Sumatera Salatan.
“Jenis Jeruk ini termasuk jenis yang laris di wilayah Lubuk Linggau, jadi kita coba kembangkan dan budidayakan disini, dari kontur tanah dan jenis tanah mirip dengan yang di Linggau”, ujar Sapri pemilik lahan.
Hampir setiap hari pengunjung tak putus mengunjungi kebun jeruk tersebut, “kami sering kesini kalau tidak ada kegiatan sore, membawa anak-anak juga, dan mereka senang di ajak kesini”. Kata siska kepada kabarindonesi.co.
Hal senada juga dikatakan andre, pengunjung yang datang berombongan dengan teman-temannya ke kebun jeruk “seru bang kalo kesini, selain kita bisa belajar dari pengurus bagaimana budidaya jeruk, kita bisa mencicipi jeruk dari pohonnya langsung” ujarnya antusias
Selain bisa mencicipi jeruk dari pohonnya yang pasti seger, kita bisa membeli langsung di pondok yang ada di lokasi dengan harga yang bervariasi tergantung besar buahnya.
SA79






