Jambi, kabarindonesia.co
Peringatan Hari Tani yang jatuh pada setiap tanggal 24 September sebagai bentuk Perjuangan tiada henti-hentinya terhadap penguasa yang masih belum berpihak kepada petani.
Hal tersebut yang melatarbelakangi di peringatan hari tani nasional ratusan orang tumpah ke jalan kembali mengingatkan penguasa tentang Reforma Agraria Sejati.
Aliansi Front yang berasal dari berbagai lembaga yang concern terhadap masalah- masalah petani Indonesia secara umum dan Jambi Khususnya bersama turun menuntut keadilan bagi petani.
10 tuntutan di deklarasikan sebagai bentuk dukungan bagi petani sepuluh tuntutan itu berbunyi : “Selesaikan Konflik Agraria di Jambi, Jalankan Reforma Agraria Sejati” Aliansi Front dari Beberapa Lembaga yakni: PPJ, KPA Wilayah Jambi, Ed Walhi Jambi, PH, Rambu House, Aji Jambi, Lingkar Study Mahasiswa Marhaen, Green Studen Movement.
Adapun point-point tuntutanya adalah : 1.Tolak Bank Tanah. 2. Tolak Proyek Stategis Nasional yang Merugikan Petani. 3. Cabut Undang- Undang Cipta Kerja. 4. Laksanakan UU PA Tahun 1960. 5. Segera Sahkan UU Masyarakat Adat. 6. Bebaskan Ibu Dewita, Tindak Tegas Korporasi Pembakar Hutan dan Lahan. 7. Hentikan Kriminalisasi dan Intimidasi Terhadap Petani, Buruh, Mahasiswa, Aktivis Agraria dan Aktivis Lingkungan. 8. Tolak Tambang di Jambi. 9. Stop Impor Pangan. 10. Berantas Mafia Tanah Di Jambi.
SA79






