Sterilkan!!! Kawasan Cagar Budaya Nasional dari Stockpile serta Perusahan yang Mengancam Masyarakat dan Kawasan Cagar Budaya!!!

- Editor

Sabtu, 2 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi, kabarindonesia co

Candi Muaro Jambi adalah candi di Jambi yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). Candi ini merupakan candi bercorak Buddha.

Candi Muaro Jambi berdiri sejak abad ke-6 sampai ke-12 Masehi, namun ada juga yang menuliskan candi ini mulai dibangun sejak abad ke-4 M.

Fungsi Candi Muaro Jambi yaitu pernah digunakan sebagai tempat peribadatan dan belajar agama Buddha, karena ditemukan corak buddhisme serta penemuan tulisan aksara Jawa Kuno. Hingga sekarang, komplek percandian Buddha ini telah teridentifikasi dengan 110 bangunan candi, yang terdiri dari 39 kelompok candi.

Telah disinggung di awal bahwa Candi Muaro Jambi termasuk kawasan KCBN, yang menjadi salah satu kekayaan dunia khususnya bagi pemeluk agama Buddha.

Selain itu, Indonesia juga mendaftarkan Candi Muaro Jambi sebagai candi bersejarah dan warisan dunia UNESCO di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mana ini menjadi tempat yang sangat bersejarah di Provinsi Jambi.

Malang nasib dari hasil investigasi Jaringan Energi Berkeadilan (JEB) Jambi, Candi yang menjadi situs bersejarah ini ternyata dikelilingi oleh perusahaan Stockpail Batu bara, Cangkang Sawit dan Perusahaan Minyak Nabati yang mengancam keindahan candi dan mengancam ruang hidup masyarakat lokal.

Baca Juga :  Alsyahendra Monitoring Langsung Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang di TPS 01 Pekon Tanjung Rejo

Jaringan Energi Berkeadilan (JEB) Jambi, mencoba menggali lebih dalam terkait persoalan ini, dari hasil wawancara masyarakat lokal di Desa Muaro Jambi dan monitoring ke Stockpile yang berada di Seberang Desa Muaro Jambi, tepat nya di Kawasan Indo Cagar Budaya Candi Muaro Jambi; Candi Teluk 1.

• Pencemaran Lingkungan karena debu larut ke aliran Sungai Batanghari dan saat debit air sungai batanghari naik, limbah masuk ke ulu sungai ke dalam kawasan pemukiman warga Kemingking Dalam, akhirnya masyarakat protes ke perusahaan barulah di buat parit untuk limbah dan kolam dan hanya mengalir di kawasan perusahaan. Namun saat tim investigasi ternyata aliran parit itu masuk ke dalam tanah dan mengalir ke anak sungai yang mengaliri pemukiman warga.

• Debu yang terbawa angin bila angin berhembus kearah desa muaro jambi pada bulan-bulan tertentu, biasa nya tiap musim penghujan antara bulan oktober/november sampai 6 bulan tiap tahun, dan debu halus menyebabkan badan gatal-gatal.

Baca Juga :  Kabupaten Tulang Bawang Jadi Satu-Satunya Kabupaten di Lampung Yang Raih Anugerah Parahita Ekapraya

• Abrasi pinggiran sungai terlihat di bibir sungai sepanjang aliran sungai salah satu penyebabnya adalah tongkang pengangkut batu bara parkir di pinggir sungai di luar pelabuhan. Hal ini terjadi di dua bibir sungai baik di daerah desa Kemingking luar maupun daerah desa muara jambi.

• Kawasan situs Candi Teluk 1 yang di keliling oleh stockpile Batubara masuk dalam kawasan inti cagar budaya. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam kegiatan stockpile di kawasan ini termasuk PT Rakindo Unitrust Mandiri (RUM), PT Nan Riang, PT Bukit Tambi, PT Tegas Guna Mandiri (TGM), dan PT Sinar Alam Permai (SAP).

• Dari analisis tim paralegal mengaju dari Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No.135/M/2023 tentang Sistem Zonasi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Muaro jambi, mengatur, industri tambang batubara dan sawit dilarang beroperasi di zona inti dan penyangga.

Tapi sampai hari ini melihat dari aturan diatas tidak ada tindak tegas dari pihak yang berwenang mengenai perusahaan yang beroperasi di wilayah zona inti dan penyangga cagar budaya candi Muaro Jambi?

SA79

Berita Terkait

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:23 WIB

PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:28 WIB

Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:49 WIB

BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin