Konsultasi Publik Hasil Penyusunan Project Description Document (PDD) Program Rimba Kolektive di Kabupaten Merangin

- Editor

Jumat, 20 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Alam Hijau dan Lembaga Tiga Beradik bekerjasama dengan UPT KPH Wilayah Merangin melakukan konsultasi publik hasil penyusunan Project Description Document (PDD) Program Rimba Kolektive di Kabupaten Merangin, tepatnya di Hutan Desa Birun, Hutan Desa Lubuk Birah, Hutan Desa Lubuk Beringin, dan Hutan Desa Tanjung Dalam.

Kegiatan ini dihadiri setidaknya 50 orang yang terdiri dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Merangin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah 1 (BKSDA-Wilayah 1), Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Seksi Wilayah 1 (BBTNKS Seksi Wilayah 1), Pemerintah Kecamatan Pangkalan Jambu, Muara Siau, Lembah Masurai, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Adat dari Desa Birun, Desa Lubuk Birah, Desa Lubuk Beringin, Desa Tanjung Dalam, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dan kelompok perempuan dari Desa Birun, Desa Lubuk Birah, Desa Lubuk Beringin, Desa Tanjung Dalam, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dari Desa Birun, Desa Lubuk Birah, Desa Lubuk Beringin, Desa Tanjung Dalam, Perkumpulan Alam Hijau dan Lembaga Tiga Beradik. Selain itu kegiatan Konsutlasi Publik juga dihadiri oleh Desa-desa sempanan yang mempunyai Hutan Desa yang berbatasan langsung dengan area program seperti desa Durian Rambun, Desa Tanjung Benuang dan Desa Gedang serta beberapa awak media yang berasal dari berbagai media elektronik yang ada di Provinsi Jambi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala UPTD KPHP Merangin (Bapak Rusnal, SP) yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pemberian izin kelola Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Desa kepada Desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari usaha pengelolaan Perhutanan Sosial. Melalui Jargon “Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera, tentu ada tujuan besar dari sisi ekonomi yang harus di pikul oleh pemengang izin pengelolaan Hutan Desa, yaitu peningkatan pendapatan dari berbagai usaha yang dihasilkan dari Hutan Desa” ungkap Pak Rusnah saat membuka secara resmi acara Konsutlasi Publik.

Pengelolaan Hutan Desa dibawah skema program Rimba Collective yang akan dikembangkan oleh A-Hi selama 25 tahun kedepan diharapkan mampu memberikan manfaat secara ekonomi, iklim maupun ekologi secara berimbang.

Selanjutnya Direktur Perkumpulan Alam Hijau (Umi Syamsiatun) menyampaikan bahwa kerja sama antara A-Hi dengan 4 LPHD ini akan mengintervensi areal program perhutanan sosial seluas ±12.314 ha yang terdiri dari Hutan Desa Birun seluas ±2.788,93 ha, Hutan Desa Lubuk Birah seluas ±4.647,09 ha, Hutan Desa Lubuk Beringin seluas ±2.712,33 ha dan Hutan Desa Tanjung Dalam seluas ±2.165,50 ha.

Baca Juga :  Rektor Buka Acara Diskusi Publik dan Pameran Seni bersama Aktivis 98 Jambi

Seiring dengan proses penyusunan PDD yang masih berlangsung, program Rimba Collective yang dikelola oleh A-Hi telah memasuki tahun kedua program dengan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain peningkatan kapasitas LPHD melalui berbagai kegiatan Pelatihan, pembangunan kantor LPHD, pengadaan kendaraan operasional LPHD, pengadaan perlengkapan Patroli, pemberian dukungan operasional LPHD, fasilitasi kegiatan pengamanan kawasan Hutan Desa secara rutin baik melalui kegiatan patroli maupun kegiatan penandaan batas dan pemasangan berbagai papan informasi serta pendampingan intensif terhadap kelembagaan LPHD dalam mengelola kawasan hutan desa.

Pada saat menyampaikan sambutan, Umi Syamsiatun menyampaikan bahwa, tahun pertama program masih fokus pada kegiatan penguatan kelembagaan LPHD, baik secara kapasitas dan sumber daya manusia, komposisi tim kerja yang lenkap, infrastruktur maupun kemampuan managerial organisasi LPHD. Umi juga menyampaikan bahwa, pada tahun kedua program, A-Hi baru memulai membangun komunikasi intensif dengan stake holder seperti BKSDA, BTNKS, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah desa dan LPHD Sempadan, untuk mengindentifikasi peluang kolaborasi dalam mendukung pencapaian target program.

Dalam kegiatan ini, Umi Syamsiatun juga memaparkan Project Description Document (PDD) yang melingkupti topik Gambaran Umum Program, Topik Biodivercity dan topik Community. Dimana dalam topik Gambaran Umum Program di jelaskan bahwa program ini mempunyai 5 target besar yang akan dicapai selama 25 tahun kedepan yaitu Penguatan Kelembagaan Pengelola Hutan Desa, Perlindungan dan Pengamanan kawasan Hutan Desa, Rehabilitasi kawasan Hutan Desa melalui kegiatan Restorasi, Peningkatan sumber penghidupan dan ekonomi masyarakat dan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan sebagai bentuk aksi konservasi kolective dalam merujudkan pengelolaan hutan secara lestari.

Pada topik Biodiversity dipaparkan tentang potensi biodivercity yang ada di 4 area Hutan Desa yang meliputi keanekaragaman Flora, Fauna dan berbagai lokasi penting di dalam Hutan Desa yang terdiri area dengan Nilai Konservasi Tinggi/ NKT 1 sampai NKT 6.

Baca Juga :  DPR RI Tetapkan Bidang dan Mitra Kerja pada Masing-masing Komisi untuk Periode 2024-2029

Sementara pada Topik Community memberikan gambaran tentang karakteristik masyarkat di 4 Desa yang menunjukkan kesamaan karakteristik baik secara sosial maupun budaya, memaparkan Informasi tingkat kesejahteraan masyarakat disetiap desa dimana tingkat kesejahteraan di klasifikasikan kedalam 5 tingkat kesejahteraan yaitu tingkat kesejahteraan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan menentukan indikator yang partisipatif bagis etiap tingkat kesejahteraan. Selain itu topik Community juga menyajikan informasi berbagai komodity yang memungkan dilakukan intervensi untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas dari setiap commodity sehingga mampu memberikan dampak peningkatan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Pada akhir sesi pemaparan PDD, Umi Syamsiatun juga menyampaikan bahwa program Rimba Collective yang dikembangkan tidak boleh menimbulkan dampak negatif, sehingga pengampu program bersama mitra harus mempu melakukan diseminasi informasi secara baik untuk memastikan seluruh pihak menfapatkan informasi secara komperhensi dan menyediakan platformas penyampaian keluhan dan mekansime penanganan keluhan yang dapat diakses oleh masyarakat desa maupun publik secara luas. Mekanisme distribusi informasi yang akan digunakan antara lain melalui forum tatap muka secara resmi, produksi berbbagai media cetak dan video audio serta melalui berbagai platform media sosial yang dimiliki oleh LPHD dan Pengampu program. Sementara penyampaian keluhan dapat dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme langsung dan mekanisme tidak langsung yang dapat disampaikan melalui berbagai platform media sosial akan akan menyediakan ruang khusus bagi publik untuk dapat menyampaikan keluhan.

Untuk menghimpun berbagai masukan dari seluruh peserta di dalam kegiatan konsultasi publik ini, semua peserta kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok diskusi, yaitu: (1) Kelompok diskusi “Penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat”, dan (2) Kelompok diskusi “Pengamanan kawasan dan potensi biodiversity Hutan Desa”. Kelompok diskusi terdiri peserta dari lembaga KPHP, BBTNKS, BKSDA, LPHD, Pemdes, Kecamatan, KUPS, perwakilan perempuan dan pemuda, Perkumpulan Alam Hijau dan Lembaga Tiga Beradik. Masing-masing kelompok kemudian mendiskusikan topik yang meliputi: permasalahan yang ada, penyebab, upaya pencegahan/penanggulangan, pihak yang dilibatkan, serta rencana ke depan. Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan peserta lainnya dapat memberikan masukan/saran/pertanyaan. (rls)

Berita Terkait

Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk
PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:23 WIB

PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Senin, 8 Desember 2025 - 08:12 WIB

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin