Jambi, kabarindonesia.co
Eksplorasi Baru Bara adalah bagai dua mata pisau bagi Jambi Khususnya dan Indonesia umumnya. Setiap aktivitas industri akan berdampak positif dan negatif (pro, kontra) bagi masyarakat. Alasan utama tentu bukanlah ekonomi.
“Serapan tenaga kerja pun masih sangat minim di tingkat masyarakat yang bekerja di industri batu bara, sangat sedikit atau bahkan tidak ada masyarakat sekitar yang duduk di posisi penting, hanya buruh kasar” ujar Ginda dari Walhi.
Seperti makan buah simalakama, industri batu bara telah memberikan banyak pekerjaan dan meninggalkan begitu banyak derita yang dialami masyarakat.
“Tanggung jawab yang tidak dipenuhi oleh perusahaan karena tidak ada niat serius untuk membangun jalur khusus untuk angkutan batu bara, belum lagi masalah jalur selesai, timbul lagi permasalahan di tingkat tapak, hancurnya lingkungan dan tingkat kesehatan masyarakat yang menurun dari dampak debu yang mengandung senyawa racun PM2.5 dan kawan-kawannya, arsenik, timbal, logam” ujar tole dari Perkumpulan Hijau (PH).
“Salah satu yang paling berdampak dari pencemaran sungai adalah kaum perempuan, apalagi yang menggunakan sungai untuk aktifitas sehari-hari, mencuci, mandi, memasak semua menggunakan air dari sungai batanghari, sedikit banyaknya batu bara yang di angkut melaui sungai menggunakan tongkang” ucar cici mengungkapkan kepada kabarindonesia.co
“Evaluasi seluruh perizinan tambang yang ada, dan memperbaiki dan menyelesaikan semua masalah yang terjadi” ujar dodi.
SA79






