Lampung Barat, Kabarindonesia.co
Sudut pandang jurnalis indonesia ( SPJI ) hari ini mengadakan sosialisasi marak nya berita hoaks Ahir Ahir ini,acara sosialisasi menghadiri kan dewan etik SPJI Dr.Fathul Mu’in MH,beliau salah satu dosen di universitas Islam negri ( UIN ) Lampung. Jumat(02/08/2024).
Turut hadir Perwakilan Kominfo Lampung barat, perwakilan kecamatan Lampung barat, peratin/kades perangkat pekon Sekecamatan Lampung barat, dan seluruh media yang tergabung di SPJI.
Dalam arahan nya Dr Fathul Mu’in MH selaku narasumber, menghimbau kepada peratin dan perangkat saat di kunjungi wartawan tidak perlu panik, karena mereka sedang melaksanakan tugas,selaku kontrol sosial yang sudah di atur dalam undang undang,hadapin dengan tenang.
Selanjut nya beliau,memberi paparan yang lebih konkrit, bahwa saat ini banyak oknum wartawan yang nakal, contoh wartawan yang nakal menerbitkan berita tanpa kompirmasi terlebih dahulu kepada pihak pemerintah pekon atau desa, nge mob, memeras, dan mempublikasi kan urusan pribadi.
Contoh urusan pribadi, seperti perselingkuhan, urusan rumah tangga,itu tidak bisa di publikasikan, sebelum Maslah tersebut sudah ada bukti yang akurat.
Sebelum beliau menutup paparan nya, dia menghimbau sekali untuk peratin dan perangkat tidak perlu takut atau gupek menghadapi wartawan.
Selanjut nya acara tanya jawab, pertanyaan pertama di awali oleh Peratin Pekon Kubu Perahu Kusnadi,
Dalam pertanyaan nya dia menayakan kalau kami kena tumbur kami mau mengadu kesiapa, dan gimana kami bisa tau wartawan yang abal abal, ungkap nya.
Pertanyaan ke 2 dari peratin pekon Padang Cahya, Muzarni, beliau bertanya terkait bantuan EL NINO tahun 2023, beliau menayakan apakah saat kami lagi mulai bekerja, sudah di indikasikan ada korupsi, sementara kami hari pertama kerja,dan saat ini banyak alasan media media menitipkan profosal untuk kerjasama, itu kayak mana pak, ujar nya.
Pertanyaan kedua peratin tersebut langsung di jawab oleh narasumber Fathul Mu’in, terkait pertanyaan bapak berdua, kalau memang ada aduan masyrakat, wartawan tersebut harus kompirmasi minta tanggapan kepada yang di tuduhkan.
Namun kalau bapak itu tidak terima silahkan cek dulu media tersebut tersebut Ter verifikasi di depan pres, kalau tidak terverifikasi silahkan lapor ke polisi, ucapnya.

Haeruel Abadi






