Muaro Jambi, kabarindonesia.co
Sebayak 17 orang Petani Nanas di Wilayah Merangin yang di dampingi dan melalui pengelolaan bersama Konsosarium Lembaga Tiga Beradik (LTB) dan Alam Hijau l (AHI) mengikuti Pelatihan di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi dengan Tema Kegiatan Studi Tiru Agrowisata Nanas Desa Tangkit Baru.
Desa Tangkit Baru merupakan sentra perkebunan Nanas dan menjadi daerah Agrowisata Nanas dengan berbagai produk olahannya seperti, selai, dodol, jus, dan aneka panganan yang bisa jadi oleh-oleh bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung, dan juga sudah menjadi salah satu pemasok untuk industri besar pengolahan buah kaleng pinaple atau nanas kaleng.
Kegiatan Pelatihan yang melibatkan petani Merangin berlangsung selama 2 hari Sabtu dan Minggu 12-13 Juni 2024 di areal saung utama di tengah areal Agrowisata, sebanyak 17 petani dan pendamping mengikuti sesi demi sesi yang di sampaikan pemateri.
Berbagai materi di berikan dalam kegiatan ini mulai dari materi Budidaya, Pegelolaan dari bahan baku sampai olahan produk bersama Kelompok UMKM di desa Tangkit Baru, acara yang di pandu oleh para pemateri seperti H.Baso Intang, S.E, H. Baso Patolai, S.P, M.Pt dan
M. Said, S.E dan juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) diikuti oleh peserta dengan semangat dan antusias tinggi.
Saat berbincang dengan kabarindonesia.co Hardi Yuda Direktur LTB menyatakan “Kegiatan ini diharapkan jadi Formulasi baru bagi masyarakat Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai baik dari aspek budidaya maupun di aspek tata kelola produk dan pemasaran, dan Nanas jadi Produk Unggulan bagi Masyarakat Tanjung Dalam dan dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat yang dapat mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai satu-satunya kawasan yang menanam komoditi nanas di wilayah Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin dengan melibatkan lebih kurang 250 petani dan lahan seluas 250 Hektar rata-rata 1 petani mengelola 1 Hektar.
Jenis atau varietas buah nanas yang di tanam adalah jenis Queen yang memiliki ke khasan dari segi rasa, serat dan keasaman yang cocok untuk komoditas olahan di Industri. Namun ada keunikan dari varietas ini setelah di budidayakan di hamparan tanah Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, buah nya lebih montok, manis dan tidak gatal seperti nanas Queen di Tangkit, apakah ini Varietas baru jenis Queen yang berevolusi, karna di tanam di dataran tinggi dan dengan curah hujan yang tinggi mempengaruhi rasa dan tampilan Queen jadi seperti Nanas Madu.
SA79






