Lampung Barat, Kabarindonesia.co
” Safari Ramadhan pada tahun depan diminta untuk juga bisa dilaksanakan di daerah-daerah yang terpencil , di Anak Ranting yang sulit di jangkau oleh kendaraan roda 4 ( kendaraan Mobil) kalau perlu kita menuju lokasi dengan motor trail bahkan berjalan kaki , ” ujar Bambang Kusmanto A’wan MWCNU Balik Bukit pada acara Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Balik Bukit yang diantaranya membahas Evaluasi Kegiatan MWCNU bertempat di TPA Nurul Huda 1 Gg. Mawar Lingkungan 9 (Sp. Serdang) Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit Minggu, 23/3/ 2025.
Bambang Kusmanto yang juga Ketua Trail Jajaran Gudang ( tr@jang ) itu menambahkan Safari Ramadhan ke daerah terpencil, terutama ke anak ranting Nahdlatul Ulama (NU) yang sulit dijangkau kendaraan mobil, memiliki banyak manfaat, baik dari segi dakwah, sosial, maupun penguatan organisasi ,” ujarnya.
Bambang Kusmanto yang juga wakil Bendahara PCNU Lampung Barat itu lebih lanjut mengatakan bahwa Beberapa alasan pentingnya safari Ramadhan ke daerah-daerah tersebut adalah:
- Dengan safari ini, warga NU di pelosok dapat memperoleh pencerahan keagamaan langsung dari para ulama dan pengurus NU.
- Dengan safari ini, warga NU di sana mendapatkan bimbingan langsung untuk menjaga tradisi seperti tahlilan, manaqiban, dan amalan lain.
- Kehadiran langsung di daerah sulit menjadi bukti bahwa NU bukan hanya untuk kota-kota besar, tetapi juga untuk warga di pelosok.
Saran dari A’wan Bambang Kusmanto tersebut direspon postif Sekretaris MWCNU Hi Hafiyan “Saya setuju dengan saran tersebut , kita paham bahwa NU dikenal sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat kecil dan peduli dengan mereka. Jadi ini baik dalam kerangka Meneguhkan Peran NU sebagai Organisasi Islam yang Peduli Umat, ” Ucap Hafiyan.
Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Balik Bukit itu di awali Istighosah yang dipimpin Ketua MWCNU Ust Hernadi kemudian di lanjutkan . Pembahasan Program kerja Organisasi, Pembahasan Rencana Kantor MWCNU Kecamatan Balik Bukit , Pembahasan dan Evaluasi Kegiatan MWCNU, Lembaga MWCNU dan Ranting NU se Kecamatan Balik Bukit dan Buka bersama.
” Alhamdulillah Sbelum kegiatan ini kita ada penyaluran Sembako untuk Kaum Duafa dari Ranting NU Way Mengaku , ” jelas Ust Hernadi
” Penyaluran sembako untuk kaum dhuafa oleh Ranting Nahdlatul Ulama NU Way Mengaku ini merupakan kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, hari besar Islam, atau sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, ” jelas Ust Hernadi.
Sementara itu Rois Syuriah MWCNU Balik Bukit KH Agus Mualif dalam sambutannya mengingatkan bahwa Masuk Nahdlatul Ulama (NU) berarti semakin dekat dengan para ulama, yang merupakan pewaris ilmu dan ajaran Islam dari generasi ke generasi. NU memiliki jaringan pesantren dan kiai yang kuat, yang mengajarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan pendekatan moderat dan penuh kearifan.
Pimpinan Pondok Pesantren Daruth Tholibin itu menambahkan bahwa bergabung dan aktif di NU, seseorang bisa lebih mudah mengakses ilmu agama langsung dari para ulama, mengikuti majelis taklim, dan mendapatkan bimbingan spiritual yang otoritatif. NU juga menekankan pentingnya adab dan sanad keilmuan yang tersambung kepada Rasulullah Saw, ” pungkasnya.
(Haerul Abadi)






