Pesisir Barat, Kabarindonesia.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) melalui Dinas P3KB melaksanakan kegiatan pelatihan Manajemen Kasus Pada Kegiatan Kapasitas Sumber Daya Penyedia Layanan Penanganan Bagi Perempuan dan Anak korban kekerasan yang bertempat di Hotel Sunset Beach, Rabu (15/05/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebug unsur Forkopimda Kabupaten Pesibar, Kepala Perangkat Daerah, Kepala RS M.Tohir, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pesibar, dan seluruh tamu undangan lainnya.
Plt, Sekda Jon Edwar melalui kepala dinas P3KB, Budiono menuturkan kasus kekerasan kepada perempuan dan anak merupakan kejahatan yang sangat kompleks.
“kekerasan terhadap perempuan dan anak ini masih terus menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemerintah daerah yang ada di indonesia khususnya di Pesibar,” kata Budiono.
Budiono menyampaikan dari tahun 2023 hingga tahun 2024 jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat.
“Jumlah kasus secara riil mungkin lebih banyak di bandingkan jumlah kasus yang dilaporkan, kondisi ini lah yang mengharuskan menjadi perhatian kita semua,” terang Budiono.
Budiono juga membeberkan beberapa data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pesibar.
Tahun 2023 jumlah 43 kasus yang terinci dalam kasus kekerasan kepada anak 36 kasus dan kekerasan pada perempuan 6 kasus. Sedangkan tahun 2024 sampai bulan Mei sebanyak 15 kasus.
“Berdasarkan data tersebut saya perlu adanyan sinergisitas dari pihak pihak terkait untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan di Kabupaten Pesibar yang dimulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, serta lembaga pemerintahan baik itu di tingkat pekon, kecamatan, dan tingkat kabupaten,” harap Budiono.
Joni Irawan






