Ramadhan “SUCIKAN HATI, BERSIHKAN JIWA”

- Editor

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Junaidi Jamsari

Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung

Belum genap sepuluh hari kita menjalani ibadah puasa Ramadhan, kita dikejutkan oleh berbagai musibah, seperti banjir dan kebakaran, yang menimpa saudara-saudara kita di beberapa kota besar, termasuk di provinsi Lampung yang kita cintai. Sebagai sesama Muslim dan anak bangsa, kita turut berduka. Semoga mereka yang terdampak diberi ketabahan dan kesabaran.

Agar ibadah puasa Ramadhan memberikan hasil yang optimal, ada nilai tarbiyah (pendidikan) yang perlu kita hayati dan amalkan, salah satunya adalah membersihkan jiwa.

Membersihkan Jiwa

Keadaan jiwa seseorang menentukan sikap dan perilakunya. Jika jiwanya bersih, maka sikap dan perilakunya pun baik. Sebaliknya, jiwa yang kotor cenderung melahirkan perilaku yang tidak baik. Puasa melatih kita untuk memiliki jiwa yang bersih.

Jiwa yang bersih senang dengan kejujuran, takut kepada Allah, selalu mendambakan kesucian, serta berusaha membersihkan diri dari dosa-dosa. Jiwa yang bersih juga membentuk kedisiplinan dalam hidup. Oleh karena itu, puasa seharusnya melahirkan kedisiplinan dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Kabid Lingkungan Hidup Sukimin Hadiri Acara Zoom Launching Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa

Kebersihan jiwa dan kesucian hati adalah bentuk penghayatan serta pengamalan agama yang lebih intens. Selama berpuasa, kita menjalani 24 jam dalam suasana religius, menikmati kekhusyukan, dan membiarkan ruhani kita mengekspresikan dirinya secara lebih bebas. Bulan Ramadhan adalah bulan spiritual, di mana kita mempersempit ruang bagi jasmani dan memperbanyak amalan ibadah seperti shalat tarawih serta tadarus Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah sarana untuk menjauhkan diri dari kejahatan dan mendekatkan diri kepada ketakwaan. Allah juga berfirman:

“Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” (QS. Asy-Syams: 8)

Ayat ini mengingatkan bahwa dalam diri manusia selalu ada dua dorongan: kejahatan dan ketakwaan. Puasa mengajarkan kita bagaimana mengendalikan dorongan kejahatan dan memperkuat ketakwaan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Lambar Bagikan Seragam Gratis Untuk 3 Kecamatan

Menjaga Hati

Hati adalah pusat kesadaran spiritual manusia. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim)

Puasa adalah upaya untuk membenahi diri dari dalam, memperbaiki hati yang tersembunyi dalam jasmani kita. Iman harus berakar kuat dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam amal perbuatan. Rasulullah SAW bersabda:

“Iman itu tertambat dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan.”

Antara hati, ucapan, dan perbuatan harus selaras. Apa yang kita yakini harus tercermin dalam tindakan kita.

Hikmah dari Kehidupan Ikan di Laut

Sebagai penutup, marilah kita mengambil hikmah dari kehidupan ikan di lautan. Meskipun hidup di air asin, daging ikan tetap.

Berita Terkait

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:28 WIB

Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung

Senin, 8 Desember 2025 - 08:12 WIB

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:49 WIB

BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin