Lampung Barat, Kabarindonesia.co
Banyak faktor yang membuat masyarakat antusias mengikuti kajian subuh di bulan Ramadhan. Pertama, suasana bulan suci ini mendorong umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadhan dianggap sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ilmu agama dan memperbaiki ibadah.
Kedua, kajian subuh sering kali diisi oleh ulama atau penceramah yang membahas tema-tema penting seperti keutamaan puasa, amalan yang mendatangkan pahala besar, hingga motivasi untuk memperbaiki diri. Materi-materi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang ingin mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang Islam.
Masjid Baitus Sidqon Way Mengaku Lampung Barat yang menyelenggarakan kajian Subuh bersama Ust H Pairozi imam Besar masjid tersebut yang juga adalah Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Lampung Barat pada 1 Ramadhan 1446 H kemaren menghadirkan Kajian Kitab Tanqih Al Qoul BAB 36. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
“Dalam Islam Hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah, tetapi sangat dianjurkan. Menjenguk orang sakit juga merupakan bagian dari kewajiban sosial antar sesama hamba Allah SWT,” ujar Ust Pairozi.
Menjenguk orang sakit mampu memberikan manfaat bagi yang sakit dan bagi si penjenguk, Diantaranya : Dapat memperkuat hubungan silaturahmi, memberikan semangat dan harapan bagi yang sakit, mengurangi beban psikologis bagi orang sakit, menjadi kesempatan untuk beramal, mengingatkan kita untuk bersyukur atas kesehatan yang Allah berikan
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : Barang siapa menjenguk orang sakit yang sholeh maka keluar bersamanya tujuhpuluh malaikat yang beristigfar untuknya, mereka keluar dari rumah si sakit dan masuk ke rumah si penjenguk.
Adapun Tata cara menjenguk orang sakit dijelaskan oleh Nabi Shollallohu alaihi wasallam : “Sebagian dari kesempurnaan menjenguk orang sakit adalah meletakkan tangan diatas wajah atau tangan si sakit dan menanyakan bagaimana kondisinya. dan Kesempurnaan penghormatan diantara kalian adalah berjabat tangan.”
“Adapun Adab menjenguk orang sakit dalam Islam adalah:
Dengan Niat yang tulus, Memilih waktu yang tepat, Berdoa untuk kesembuhannya, Berbicara dengan lemah lembut, Membawa oleh-oleh atau buah kesukaannya, Menjaga kebersihan diri, Menjaga perkataan, Memberikan semangat, Menjadi pendengar yang baik, Mengingatkan untuk bersabar dan berdoa,” tambahnya.
Selain itu, juga bisa melakukan hal-hal berikut: Menanyakan keadaan orang yang sakit, Memberi ucapan yang baik dan penuh semangat, Tidak berlama-lama, Menjaga kebersihan dan kesopanan, Jangan membebani orang yang sakit , Mengusap bagian yang sakit, Mencuci tangan sebelum dan sesudah menjenguk, Mengubah ponsel ke mode getar
dan tidak merokok.
” Anda bisa membawa buah-buahan, makanan ringan, atau sesuatu yang disukai oleh orang yang sakit. Buah-buahan segar seperti apel, jeruk, atau anggur merupakan pilihan klasik yang menyehatkan dan mudah dicerna, ” pungkas Ust Pairozi.
Keutamaan menjenguk orang sakit tidak hanya memberikan pahala bagi yang melakukannya, tetapi juga membawa kebahagiaan serta semangat bagi si penderita. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan teman dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.
Selain itu, tradisi menjenguk orang sakit juga dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa empati dalam masyarakat. Kunjungan yang penuh perhatian dan doa-doa kebaikan dari orang-orang terdekat diyakini dapat meningkatkan ketahanan mental serta memberikan motivasi bagi pasien untuk sembuh.
(Kristian)






