Sarolangun, kabarindonesia.co
Muhammad Amin Paisol, berperawakan mungil dan Tegas, itulah sosok salah seorang Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup di lingkungan Dinas LH di Kabupaten Sarolangun.
Mengenal sosok Paisol sejak tahun 1995 saat masih bersekolah di MAKN Model Jambi di sukorejo the hok, hingga Di IAIN STS Jambi sekarang UIN Jambi juga bersama-sama di Organisasi Serambi (Serikat Mahasiswa Jambi) tidur bersama di sekretariat, hingga di senat Fakultas Ushuludin, berdemo di jalanan dan berdiskusi adalah moment kebersamaan yang jadi nostalgia bersama.
Siapa sangka Paisol telah menjadi Pejabat Publik dilingkungan Dinas LH di Sarolangun, tetap dengan sosok akrab yang dikenal dulu baik, ramah dan tidak memilih dalam pergaulan humble dalam pertemanan.
Bertemu dan ngobrol santai bersama di kantin belakang DLH cukup mengobati rasa kecewa perwakilan dari Desa Semaran karena tidak bisa menemui Kabid Tata Lingkungan Eis Wahyuningsih.
Dalam susana keakraban perwakilan sharing tentang permasalahan dengan PLTU Semaran, mereka menyampaikan keluhan dan meminta masukan dengan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.
Imron dari LTB berharap Bang Paisol bisa membantu dan berada dalam barisan bersama Komunitas Semaran Bersatu, “Bang bantuan abang sangat di butuhkan dalam perjuangan minimal bisa menjadi mediator dalam perundingan antar Masyarakat dan Perusahaan.
“Kami Masyarakat bukan ingin perusahaan tutup, nggak bang, cuma ingin perusahaan memenuhi janji kepada masyarakat seperti sebelum perusahaan beroperasi, Ujar Candra dari Semaran Bersatu menimpali.
“Sebagai ASN saya berusaha tetap Komitmen membantu kawan-kawan yang berjuang menuntut keadilan dan mendapatkan hak yang menjadi kewajiban dalam hal ini Perusahaan PPE atau PLTU Semaran”. Ujar Paisol kepada kabarindonesia.co.
“Saya kenal dengan Galing ini sudah lebih deri 20 tahun, dia memilih untuk konsisten di luar sistem untuk jadi Control Sosial dengan jadi Pers, dan saya memilih untuk masuk kedalam sistem itu. Tapi pada akhirnya kita tetap ketemu di satu benang merah dengan kepentingan yang sama” ujarnya menambahkan.
Suasan Santai dan akrab terjalin dalam ngobrol sambil menikmati kopi siang itu di kantin DLH, dan akan sering terjalin di kemudian hari semoga Allah memberikan nikmat sehat dan Ridho nya sehingga terus bisa bernostalgia dalam persahabatan bagai kepompong.
SA79






