Sarolangun, kabarindonesia.co
Sore itu jam 16.15 wib bersama perangkat Desa Semaran dan beberapa anggota Komunitas Semaran Bersatu, Perwakilan LTB dan awak media kabarindonesia.co, menelusuri area pembuangan limbah sisa pembakaran batu bara sebagai penggerak utama mesin yang menghasilkan Uap menggerak Turbin Listrik berkapasitas 7 megawat sebanyak 2 mesin turbin.
Lewat jalur samping area PPE (Permata Prima Elektrindo) atau yang lebih dikenal dengan nama PLTU Semaran, tim investigasi bergerak menempuh semak belukar dan pepohonan di seputar area menuju lokasi pembuangan limbah pembakaran Batu Bara.
Dengan bermodal sebilah parang menebas jalur yang di lalui tim bergerak mendaki dan melewati anak sungai kecil di sepanjang jalan, setelah melewati medan yang sedikit menanjak, tibalah tim di area sisa pembakaran batu bara.
Hamparan area kurang lebih 1 Ha persegi telah jadi tempat pembuangan limbah batu bara. Sisa pembakaran batu bara yang di buang telah merusak anak sungai ada di sekitar wilayah limbah, selain anak sungai limbah pembakaran juga tergerus sampai ke sungai di belakang PLTU. Deri Sopian dari LTB mengatakan, kemungkinan area ini akan meluas, sangat di sayangkan bila hal ini terus terjadi, kapasitas pembuangan hanya 1ha persegi tentulah tidak mencukupi untuk pembuangan limbah batu bara.
Apakah limbah pembakaran ini ada kandungan unsur hara nya? apa bisa area ini di tanami? Tapi yang jelas debu dari cerobong asap itu mengeluarkan zat senyawa berbahaya PM2.5 yakni salah satu zat yang menyebabkan penyakit dan gangguan pada sistem pernapasan, Ujarnya kepada kabarindonesia.coS
Reporter : Sultan






