Komponen WALHI Lakukan Aksi “Merdeka tanpa Batu Bara”

- Editor

Minggu, 18 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, kabarindonesia.co

Komponen WALHI Jambi melakukan aksi kampanye pada Minggu, 18 Agustus 2024,  terkait industry batu bara di Provinsi Jambi. Aksi kampanye ini dilakukan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali kepada rakyat Provinsi Jambi akan buruknya pengelolaan dan betapa berbahayanya industri batu bara di Provinsi Jambi. Aksi kampanye ini sekaligus merayakan momentum perayaan HUT ke- 79 Republik Indonesia yang mana masih banyak rakyat Provinsi Jambi yang hak atas lingkungan yang baik dan sehatnya dirampas oleh aktifitas industry eksraktif.

Eksekutif Daerah WALHI Jambi beserta 11 anggota Lembaga yang terdiri dari Perkumpulan Hijau, Yayasan Keadilan Rakyat, Inspera, Beranda Perempuan, WALESTRA, Lembaga Tiga Beradik, KPKA Rimba Negeri, Gita Buana Club, Gema Cipta Persada, Himapastik, dan G-Cita menyorot beberapa permasalahan dan dampak industri batu bara. Komponen WALHI Jambi melihat, dampak dari industri batu bara akan mengganggu aspek Ekologi, Ekonomi dan Sosial Budaya rakyat Jambi.

Pada aspek ekologi, industri batu bara merusak bentang alam, hilangnya keanekaragaman hayati dan mengakibatkan emisi karbon. Di aspek ekonomi, aktifitas industry batu bara berdampak kepada terancam hilangnya pendapatan masyarakat dan penurunan Tingkat kesejahteraan masyarakat yang berkebun dan beraktifitas di sekitar industri batu bara. Sedangkan pada aspek sosial budaya, industry batu bara mengganggu cagar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi berupa komplek percandian. selain itu, industry batu bara merampas ruang hidup masyarakat dan berkonflik dengan kelompok Orang Rimba.

Baca Juga :  Badan Anti Korupsi Sumsel Gelar Unjuk Rasa Tuntut Oknum Kadis Kominfo Kota Palembang Diperiksa

Selain menyoroti dampak aktifitas pertambangan batu bara, Komponen WALHI Jambi juga menilik proses pengangkutan atau transportasi batu bara hingga sampai di PLTU sebagai bahan baku energi Listrik utama yang diandalkan oleh pemerintah. Kebijakan Pengangkutan batu bara melalui Sungai yang dilakukan oleh Pemprov Jambi menyisakan permasalahan bagi ekosistem Sungai dan masyarakat di sekitar Sungai. Kemudian, PLTU yang menjadi sumber energi utama Provinsi Jambi mengakibatkan rusak dan menurunnya kualitas hidup masyarakat yang hidup di sekitar PLTU.

Baca Juga :  Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Sarolangun, Yunipan Pirnando Terpilih Secara Aklamasi

Memperhatikan banyaknya permasalahan yang ditimbulkan dari proses industri batu bara dari hulu hingga hilirnya, Komponen WALHI Jambi sebagai organisasi advokasi dan kampanye lingkungan hidup menolak segala bentuk aktifitas industry yang merusak lingungan, merubah bentuk bentang alam, dan mengancam keselamatan rakyat. Pemerintah harus lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan rakyat serta alam dari investasi pengelolaan sumber daya alam dan kepentingan modal. Sudah saatnya pengelolaan sumber daya alam melibatkan peran masyarakat secara menyeluruh. Harus ada kajian yang kuat terhadap ancaman yang ditimbulkan pengelolaan sumber daya alam (termasuk tambang batubara) yang berada dalam kawasan hutan lindung, konservasi, kawasan percandian, dan PLTU yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Batubara merupakan ancaman bagi kita dan generasi selanjutnya, Pemerintah jangan justru menjadi sponsor atas rusaknya lingkungan hidup dan terancamnya keselamatan rakyat di Provinsi Jambi sehingga rakyat benar-benar merasakan kemerdekaan.

SULTAN

Berita Terkait

Jajaran Lapas Kotaagung Berikan Penguatan Tata Tertib kepada Warga Binaan: Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
Dinas Pendidikan Jadi Sarang Penyamun berkedok Tenaga Ahli Bupati Tanggamus
Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk
PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:44 WIB

Jajaran Lapas Kotaagung Berikan Penguatan Tata Tertib kepada Warga Binaan: Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Rabu, 29 April 2026 - 15:27 WIB

Dinas Pendidikan Jadi Sarang Penyamun berkedok Tenaga Ahli Bupati Tanggamus

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

Pasca Viral, Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SDN 1 Negri Ngarip Diperkuat Fakta Kondisi Sekolah yang Memburuk

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:28 WIB

Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung

Senin, 8 Desember 2025 - 08:12 WIB

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin