BAHTSUL MASAIL KE III PCNU Lampung Barat Membahas masalah Khitan Dengan Metode Lipat (tanpa potong) Hingga Jual Hasil Panen Sayuran di Lapak

- Editor

Senin, 13 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat, Kabarindonesia.co

Yayasan Pendidikan Miftakhul Ulum, Pampangan, kecamatan Sekincau Lampung Barat menjadi tuan rumah Bahtsul Masail ke-III (3) yang menghadirkan para delegasi dari seluruh Majelis Wakil Cabang MWC NU se-Lampung Barat.

Acara berlangsung selama satu hari penuh, mulai jumat10/1/2025 hingga Sabtu dini hari 11/1/2025, membahas berbagai persoalan keislaman.

Acara dimulai dengan pembukaan simbolis pada Jumat Siang 10/1/2025, pukul 09.00 WIB. Dalam sambutannya, Ketua PCNU Lampung Barat Kyai Imam Syafi’i mengatakan bahwa salah satu ruh dari Nahdlatul Ulama adalah masalah hukum atau Bahtsul Masail , Untuk itu ia mengingatkan kepada semua ketua MWCNU di Lampung Barat untuk mempersiapkan adanya lembaga Bahtsul Masail di kepengurusan MWCNU.

Senada di sampaikan Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Lampung Barat Ust M.Muharir Nizar Ali , ia menegaskan agar semua MWC NU supaya membentuk LBM di wilayahnya masing-masing, dengan merangkul para alumni pesantren,

Sidang pertama (Jalsah Ula) dimulai pada pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. sidang dilanjutkan dengan Jalsah Tsaniah pukul 20.00-22.30WIB, dilanjutkan dengan Penutupan acara dilakukan pada pukul dengan acara Closing Ceremony yang meliputi sholawatan, sambutan peserta, serta pidato penutup dari Ketua LBM PCNU Lampung Barat.

Untuk membahas isu-isu yang telah dirumuskan sebelumnya LBM PCNU menunjuk sebagai Moderator Ust. Nur Kholis yang juga adalah Sekretaris LBM PCNU dan selaku Mushohih
(pengarahpenasehat ),adalah : . KH. Muslihudin
. KH. Nur Kholis dan KH. Nashirudin Alwi

Topik dan Hasil Bahasan

LBM PCNU ke- III membahas isu-isu kekinian yang berakar pada problematika masyarakat dengan pendekatan keislaman. Dua isu yang di bahas pada LBM keIIi yaitu pertama : JUAL HASIL PANEN SAYURAN DI LAPAK.

Deskripsi masalah
Pak muslimin, seorang petani sayuran yang menggantungkan kelangsungan ekonominya dengan bertani menanam sayuran. Karena lahan yang tidak begitu luas, sehingga tidak ada pilihan yang tepat kecuali di tanami sayur mayur dan memang lingkunganya mayoritas petani sayuran. Namun kadang pak muslimin sebagai seorang petani merasa bingung, karena sudah menjadi kebiasaan di daerahnya dalam proses penjualan hasil panennya dinilai merugikan sebelah pihak. Karena besaran modal yang dikeluarkan dalam menanam sayuran, tidak jarang dalam proses menjual hasil panen dia harus menelan pahitnya ludah. Karena harga komoditi sayuran yang tidak stabil. Biasanya pak muslimin menjual hasil panennya ke pak anton (pemilik kios).

Baca Juga :  Hi. Parosil Mabsus Mengajak Masyarakat Lambar Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan

Praktek akad di atas berlaku di hampir semua jenis sayuran dan nota harga akan diterima setelah barang laku. Dan alasan pemilik kios tidak berani memberi harga diawal karena kios sebagai jasa penjual sayuran. Pertanyaan :
a. Disebut akad apa transaksi di atas ? Dan bagaimana hukumnya?
b. Mengingat ini sudah berlaku di masarakat bagaimana solusinya?
Jawaban :
a. Akad tersebut adalah jual beli dengan penangguhan penetapan harga termasuk bai’ ghoror. dalam hukum islam akad seperti ini di anggaap tidak sah karena ada unsur ketidak jelasan dalam harga.

Bisa dengan beberapa cara :
1. Dengan cara wakalah, yaitu petani mewakilkan kepada pihak kios untuk menjualkan sayurannya dengan harga yang di tentukan dan upah yang di sepakati keduabelah pihak.

2. Pihak kios harus merubah cara yaitu dengan menentukan harga terlebih dahulu kepada petani.

3. Dengan cara jual beli simsaroh, yaitu menyerahkan barang kepada pihak kios untuk di jualkan dengan harga yang di tentukan dan pihak kios boleh menjual dengan harga lebih tinggi dari harga barang yang di sepakati dan kelebihannya di peruntukkan pihak kios.
Untuk topik bahasan ini LBM menetapkan sebagai Perumus : Ky. Shabul Mubarok dan Ky. Moh. Yusuf

Topik bahasan kedua yaitu :
2. KHITAN DENGAN METODE LIPAT (TANPA POTONG).
Deskripsi Masalah : Di era kemajuan teknologi, dan ilmu pengetahuan, banyak sekali penemuan- penemuan baru yang di hasilkan dari penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, misalnya pada praktek sunat yang di era 90an menggunakan pisau khusus yang di sebut pemes. dan proses penyembuhannya pun lumayan lama, tapi beda lagi dengan era sekarang ada sunat yang menggunakan metode laser, dan ada juga yang menggunakan metode di jahit, tapi demi mempercepat penyembuhan maka kulfa tidak dipotong melainkan di lipat kemudian di jahit sehingga proses penyembuhannya relatif lebih cepat dari pada metode potong pake pisau pemes. Sementara jika kita mengacu pada sebuah ibarat di bawah ini rasanya menjadi agak kurang relefan secara syari،
Pertanyaan :
a. Bagaimana fiqih menyikapi praktek sunat dengan cara di lipat dan kemudian di lem / jahit?
b. Jika ini sudah terlanjur bagaimana solusinya?
Jawaban :
Cara tersebut tidak termasuk khitan sebab tidak di lakukan pemotongan, akan tetapi bisa menggugurkan kewajiban khitan jika hasyafah (kepala penis) terbuka secara permanen.

Baca Juga :  Lamban baca Az-zahra Pekon Sebarus Gelar Kegiatan Pelatihan Penulisan Pantun Nyambai

Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Lampung Barat Ust M.Muharir Nizar Ali kepada media ini mengungkapkan rasa syukurnya Bahtsul Masail keIII berjalan dengan lancar “alhamdulilllah pembahasan masalah (bahtsul masail) berjalan lancar penuh kekeluargaan, meskipun di barengi dengan hujan namun tidak menjadi kendala, ” ujarnya.

“Hadir juga dari David Kurniadi,S.Kep., Ners ketua Lembaga Kesehatan LKNU dan Ust H.Pairozi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Barat. “terimakasih” untuk memberikan pencerahan terkait masalah khitan dari sudut pandang medis.
jadi semakin lengkap penggalian masalahnya , ” ungkap Ust M.Muharir Nizar Ali.

Terakhir Ketua LBM NU itu mengatakan ” Benar, harapan kami kedepan semua MWC NU se kabupaten lampung barat supaya ikut serta dan berpran aktif dalam setiap ada kegiatan bahtsul masail yang di adakan setiap 1 semester, selain itu juga semua MWC NU supaya membentuk LBM di wilayahnya masing-masing, dengan merangkul para alumni pesantren, suaya ada kesinambungan, ” pungkasnya.

(Haerul Abadi)

Berita Terkait

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru
Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati
PMR SMAN 1 Sumber Jaya dan SMKN 1 Way Tenong Galang Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor
PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung
PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang
Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat
SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

PMI Lampung Barat Siagakan 20 Personel dan Ambulans untuk Operasi Lilin Krakatau 2025 Empat Pos Strategis Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:35 WIB

Wabup Mad Hasnurin: Tutup Batu Harus Hati-hati, Jangan Sampai Balak Enamnya Mati

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:05 WIB

PMR SMAN SEKINCAU GELAR AKSI KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BENCANA ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:28 WIB

Nukman Optimis Panorama Negeri di Atas Awan Akan Mampu Hipnotis Gubernur Lampung

Senin, 8 Desember 2025 - 08:12 WIB

PMR Kecamatan Kebun Tebu Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Medan, dan Padang

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:42 WIB

Doa Ketua MUI Menggema di Pembinaan ASN Kemenag Lampung Barat

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:07 WIB

SPPG MBG Pasar Liwa Resmi Dibuka, Fokus pada Gizi Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:49 WIB

BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Sembako “Sehat” untuk Anak Stunting di Kelurahan Way Mengaku

Berita Terbaru

Maaf !!! Tidak Dapat Disalin