Jambi, kabarindonesia.co
Bertempat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi (UIN STS Jambi), acara Diskusi Publik dan Pameran Seni Roadshow yang di gagas oleh Sandi Mahasiswa Muhammadiyah Tanggerang dan aktivis PENA 98.
Professor, DR, Assad Isma Rektor UIN STS Jambi berkesempatan Hadir duduk bersama Peserta membuka sekaligus menjadi pembicara di acara Diskusi Publik bersama Cecep Suryana, Presedium PENA 98 Nasional, Topan Prasetya Wibawa, Koordinator Daerah Jambi PENA 98, dan Sandi Mahasiswa Muhammadyah Tanggerang, acara Diskusi Publik yang di dimoderatori Wakil Presiden UIN Jambi Hadi Maulana.
“Kita akan membuat panggung atau wadah bagi Mahasiswa, BEM atau bahkan Dosen untuk berdemonstrasi, saya membuka seluasnya wadah, dan saya senang ada jiwa-jiwa kritis mahasiswa, dan saya apresiasi itu, tapi ingat, mata kuliah juga di selesaikan”, ujar beliau.
Setelah di Buka secara resmi oleh Rektor masing-masing pembicara memulai memaparkan dan merefleksi mau dibawa reformasi ini, “98 adalah masa-masa puncak gerakan Mahasiswa dan momentum itu semkin meluas dengan tindakan represif Aparat Keamanan menangkap dan bahkan jadi Korban harus kehilangan nyawa”. Ujarnya Cecep dalam acara sesi Diskusi.
” Bagaimana kita menjaga Ruh gerakan sebagai tongkat estafet agar kita tetap ada semangat bergerak dan tetap jadi barisan terdepan pengawal reformasi ini”, sambung Topan untuk mematik peserta diskusi.
Diskusi semakin seru saat ada peserta yang bertanya, “Bagaimana Gerakan 98 menjadi begitu masif dan bisa menjatuhkan Rezim, kasih tau kita resepnya”, kata Andi Mahasiswa UIN.
Selain ruangan, yang penuhi tengkorak-tengkorak dan nisan sebagai penggambaran banyaknya korban yang jatuh di era rezim otoriter orde baru, ada juga galeri foto dokumentasi aksi mahasiswa tahun 98.
SA97






