Lampung Barat, Kabarindonesia.co
Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat, memantik kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Lampung Barat yang turun langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Ketua LAZISNU PCNU Lampung Barat, Ust. Ahmad Yasir Hadibroto, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan berupa sayur mayur, pakaian, serta uang tunai sebesar Rp10 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan dasar warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian LAZISNU kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. InsyaAllah, meskipun sederhana, ini bisa membantu kebutuhan mendesak para korban dan menjadi penyemangat agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi cobaan ini,” ujar Ust. Ahmad Yasir Hadibroto Selasa 16 /9/ 2025 di Pemangku Gunung Sari Pekon Banding Agung Kecamatan Suoh.
Lebih lanjut, Ust. Ahmad Yasir menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga NU dan kaum dermawan di Lampung Barat, untuk bersama-sama ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing.
“Musibah ini bukan hanya ujian bagi mereka yang terkena dampak, tetapi juga bagi kita semua: apakah mampu menumbuhkan empati dan kepedulian. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat luas untuk terus saling mendukung dan bergandengan tangan meringankan beban para korban,” tambahnya.
Banjir dan longsor yang terjadi di Suoh–BNS beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan rumah warga terdampak, lahan pertanian terendam, serta akses jalan terganggu. Warga terdampak sangat membutuhkan bantuan darurat, mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, hingga dukungan finansial untuk pemulihan pascabencana.
Dengan hadirnya bantuan dari LAZISNU PCNU Lampung Barat, masyarakat setempat menyambut baik langkah cepat ini sebagai wujud nyata kepedulian organisasi keagamaan terhadap kondisi sosial di tengah masyarakat.
(Haerul Abadi)






